Bagnaia Happy Ada Rossi di Paddock
Artikel Terjemahan: Meski sekarang Pecco Bagnaia adalah pembalap pabrikan, pembalap Italia itu tidak pernah melupakan tempat dia belajar dan bersama siapa dia mendulang kesuksesan sampai berhasil menjadi seorang juara dunia dan dipercaya Ducati membawa motor pabrikan. Dalam latihan free practise pertama di Lusail Qatar, sang mentor Valentino Rossi ternyata hadir di paddock menyaksikan anak asuhnya, bukan cuma Pecco, tapi juga Morbidelli, dan Fabio di Giantanonio. Bagnaia rupanya tanggap ada sesuatu yang terlihat di mata Rossi, kayaknya ada sesuatu yang khusus kata Pecco dalam hati.
Pembalap asal Turin tempat klub sepakbola Juventus berasal, berharap hasil solid berupa kemenangan bisa diraihnya sekaligus membuka jarak dengan Marc Marquez meski dia adalah rekan setimnya saat ini. Sejak Jumat kemarin, Pecco terus menunjukkan adaptasi yang menggembirakan dengan motor Ducati GP25. Meski masih terlalu awal untuk mengklaim kemampuan adaptasi dan motor versi terbaru, Bagnaia optimis akan bisa meraih hasil baik dalam balapan utama malam Senin WIB mendatang. Kehadiran Rossi ternyata sangat membantu memompa semangatnya untuk tampil baik di hadapan sang mentor, begitu juga Franco Morbidelli yang sangat menghormati legenada MotoGP bernomor 46 itu.
Dengan waktu yang masih tersisa, Pecco memperbesar rasa optimismenya dan yakin akan meraih hasil baik dalam adaptasi GP25 dan bisa berprestasi maksimal di Qatar. Karena itu saat ini Pecco menegaskan, "Everything is under control."
Dengan kecepatannya yang cenderung stabil sehingga tidak gampang digoyahkan lawan, Pecco yakin dan membiarkan segala sesuatunya berjalan alamiah. Pecco belajar dari kesalahan saat balapan di Austin Texas ketika menyadari kalau dia cepat tapi bukanlah yang tercepat, karena masih dibayang-bayangi oleh Marc Marquez dan adaiknya yang sama kencangnya dengan sang kakak, meski menggunakan motor yang berusai setahun diatasnya.
Pecco juga menganalisa faktor ban juga akan banyak berperan dalam balapan malam di Qatar. Karena itu ia juga menekankan pentingnya mengetahui tekanan ideal disesuaikan dengan suhu di sirkuit untuk mendapatkan hasil terbaik. Ban soft memang mencukupi, tapi pilihan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebutuhan.
Yang jelas, kedatangan Rossi di Qatar dan rencana ngobrol berdua dari kedua pembalap hebat ini, menjadikan Pecco sangat senang dan menantikan momen itu terjadi. Pecco menangkap ada sesuatu yang ingin disampaikan Rossi dan itu biasanya dibicarakan di telepon. Tapi kali ini begitu melihat sang mentor malah datang langsung, Pecco langsung yakin akan ada sesuatu yang istimewa yang hendak dibicarakan Rossi. (AT Crash.net Photo: Motorsport.com)
