Gigi Dall'igna Tak Mau Berpuas Diri Atas Capaian Ducati
Artikel Terjemahan Meski Ducati sekarang jadi tim langganan pemenang dari yang dulu sering bermasalah dengan motor, pabrikan asal Bologna Italia itu tak mau cepat berpuas diri, karena tim lawan pasti punya strategi berbeda untuk mengalahkan Ducati yang sekarang sering jadi juara di kelas MotoGP.
Bos Ducati Gigi Dall'igna menegaskan, memang semua lawan sudah menunjukkan rasa hormat, segan, bahkan takut berhadapa dengan pabrikan yang identik dengan warna merah itu. Tapi diam-diam lawan pasti sedang menyusun rencana dan mengatur kekuatan untuk kelak bisa mengalahkan Ducati. Untuk itulah Gigi menegaskan, "Kami tidak bisa berpuas diri dan lengah dengan kondisi sekarang."
Memang masuknya Marc Marquez mendampingi Francesco Bagnaia telah menjadikan Ducati sebagai tim super yang nyaris tak terkalahkan di MotoGP. Namun berkaca dari balapan pekan lalu yang hampir saja dimenangkan Maverick Vinales dari KTM, membuat Gigi khawatir juga. Manajer teknik berambut putih itu tidak menyangka KTM yang sedang dilanda krisis keuangan bisa meluncur secepat itu pekan lalu. Beruntung Vinales dapat penalti karena masalah tekanan ban. Kalau lolos, bukan tidak mungkin Ducati yang sudah superior akan dikalahkan dengan mudah.
Untuk itulah sekalipun Ducati begitu digdaya saat ini, Gigi masih ketar-ketir akan tiba masanya pabrikan lain bisa mengalahkannya, persis waktu Ducati baru comeback ke MotoGP setelah sempat vakum pasca juara dunia tahu 2007 oleh Casey Stoner. Saat itu bahkan dengan pembalap sekaliber Valentino Rossi yang juara dunia saja, Ducati kala itu tidak bisa berbuat banyak.
Pekan lalu Ducati berpesta kemenangan setelah Marquez bersaudara finish 1-2 dan Pecco Bagnaia podium 3. Total ada 6 motor Ducati menyapu bersih podium sejak seri pertama 2025 digelar, membuat tim merah itu saat ini memborong semua peeringkat sampai 6 berar.
Meski meraih kemenangan dan mendominasi klasemen, Gigi masih saja khawatir lawan akan diam-diam telah menyiapkan strategi untuk bisa mengalahkan dominasi Ducati. Gigi menganalisia, meski meraih kemenangan yang dominan, tim lawan masih berjarak cukup rapat waktu finish balapan. Idealnya mungkin Gigi baru bisa tenang kalau jarak antar lawan sertidaknya 1 detik lebih lambat.
Gigi menanalisis, kemenanga Marquez akhir pekan lalu karena memang dia layak mendapatkannya, dengan kecepatan dan ketenangan yang dimilikinya. Sedangkan Bagnaia, Gigi mengatakan kemenangannya di podium lebih pada kematangan pribadinya dan selalu bisa tampil tenang serta tidak grusa-grusu dan terlihat lebih tenang saat menjalani balapan demi balapan. Jdai kalau sampai Bagnaia yang jadi juara, itu lebih karena ketenangannya mampu membuat motor jadi lebih smooth dan terkendali sehingga bisa memengangkan balapan, betapapun sulitnya tantangan yang muncul.
Sementara Marquez lebih pada pengalaman dan taktis menghadapi balapan demi balapan. Kengototan Marquez juga terlihat dari raihan pole position baik pada sprint race maupun balapan utama, meski Pecco Bagnaia jauh lebih tenang dalam situasi yang sama.
Karena itu Gigi Dall'igna mengaku sangat puas dengan kinerja kedua pembalanya dan optimis bisa mempertahankan gelar juara yang sudah diraih Ducati bertahun-tahun. (AT Motosan / photo: Instagram Luigi Dall'igna)
