Marco Bezzechi: Kadang Kami Suka Marahan Kok
Artikel Terjemahan : Pembalap VR46 Marco Bezzechi yang sekarang memperkuat Aprilia untuk musim kompetisi 2025 curhat kalau ia juga bisa marah-marah sejak menjadi rekan setim Jorge Martin. Tapi ternyata tanpa Martin, Bez juga merasakan kekosongan ketika Martin cedera dalam tes pra musim di Sepang Malaysia dan mengalami patah tulang tangan sehingga harus kembali ke meja operasi untuk memulihkan cedera tangannya. Awalnya memang terasa sulit karena perpindahan Bez dari VR46 ke Aprilia juga sempat diragukan sehubungan masuknya Martin yang ketika juara dunia 2024 malah dicampakkan Ducati sehingga harus pindah ke Aprilia.
Kata Bez, darah muda kedua pembalap masih sama-sama tinggi sehingga merasa lebih baik dari pesaingnya meskipun membela bendera yang sama. Waktu awak-awal di garasi, keduanya sempat tidak saling bertegur sapa dan saling diam. Apalagi Bez dan Martin beda kebangsaan dan otomatis beda kultur dan kebiasaan. Tapi seiring berjalannya waktu, kedua pembalap ini sekarang sudah jauh lebih akur satu sama lain.
Martin kata Bez, adalah sosok pembalap yang diluar nalar karena kecepatannya mengagumkan, dan lagi pembalap Spanyol itu punya mental yang sangat kuat, dan itu sama seperti karakternya. Karena itu di awal pindah, kedua rider itu malah seperti Tom and Jerry karena sama-sama ingin menunjukkan siapa yang lebih baik di garasi. Namun lambat laun, keduanya mulai akur, dan bahkan sering terlihat makan bersama sebagai pembalap profesional.
Absennya Martin karena cedera, mau tidak mau membuat Bez jadi patokan para teknisi Aprilia dalam mengembangkan motor, karena untuk sementara dialah yang berkompeten untuk menguji hasil oprekan tim mekanik. Dengan Bez yang hanya sendirian di box Aprilia, ia merasa aneh karena ini juga untuk pertamakalinya bergabung dengan tim pabrikan. Bez juga merasakan perhatian tim mekanik 10 kali lebih besar dari tim satelit ketika masih bergabung bersama VR46.
Di sisi lain, Bez juga merasa keren karena mekanik jadi lebih memperhatikan perkataannya dan juga setiap gerak-geriknya. Yang terjadi sekarang adalah perubahan perlakuan dari pembalap nomor 2 jadi pembalap utama yang segala sesuatunya diperhatikan. Namun waktu ditanya tentang rivalitas Aprilia dan Ducati, Bez malah menjawab Ducati adalah Ducati yang berbeda dari tim lain, termasuk Aprilia sekalipun. Salah satu alasan Ducati akan tetap dominan adalah karena pabrikan asal Bologna Italia itu punya tim dan pembalap cukup banyak. Karena itu Bez menegakan yang menjadi lawan bukan hanya rekan setimnya, tapi juga pabrikan lain dan tentunya pembalap lain.
Karena sudah pindah dari Ducati ke Aprilia, Bez menargetkan bisa meraih podium juartota meski bukan juara dunia. (AT Crash.net/ Photo: MotoGP.com)
