Nvidia Cuekin Customer Asal Cina.
Artikel Terjemahan: Raksasa chip grafis Nvidia menyatakan, tidak akan memperingatkan sedikitanya sejumah customer besarnya tentang aturan baru Amerika Serikat yang mengharuskan adanya lisensi untuk bisa ekspor ke dalam negeri Amerika. Keputusan itu terkait adanya langkah Cina mengenjot sektor kecerdasan buatan (AI - Artificial Intelligence). Sebagai salah satu pembuat chip bagi teknologi, Nvidia membatasi diri untuk penjualan semikonduktornya ke negeri tirai bambu itu.
Ada perubahan kebijakan kalau ingin masuk dan memperluas penjualan ke Cina, maka harus ada izin ekspor, Langkah pembatasan chip berkode H20 itu merupakan upaya Washinghton untuk membatasi akses Cina untuk terknologi terkini semikonduktor yang dikuasai Amerika Serikat, utamanya untuk pengembangan AI.
Perusahaan besar Cina mencoba mengantisipasi pengiriman chip H20 akhir tahun ini, berdasarkan informasi yang didapat dari pengumuman publik. Di sisi lain, pihak Nvidia menolak berkomentar apapun terkait langkah pembatasan Amerika untuk teknologi semikonduktornya.
Akan tetapi ini juga berimbas pada bisnis di Cina juga, karena negeri panda ini juga menjadi salah satu target pasar yang potensial. Nvidia sendiri berhasil mengamankan transaksi senilai 18 triliun dolar untuk produk chip H20 sejak awal tahun. Cina juga menjadi ladang pendapatan potensial bagi Nvidia, dengan revenue 17 miliar dolar untuk tahun fiskal 2025 yang berlaku sejak 26 Januari lalu. Laba Nvidia turun 6 persem pada pembukaan perdagangan saham kemarin pagi, sesudah perusahaan akan memberlakaukan bea sampai 5,5 triliun dolar pada 27 April untuk kebutuhan modal.
Direktur investasi dari Singapura White Oak Capital Partners Nori Chiou mengatakan, dengan membatasi H20, Amerika memaksa perusahaannya di Cina, terutama konsumen AI mulai beralih ke chip milik Huawei, Ini bisa jadi ancaman buat Nvidia, karena kemajuan Huawei juga sangat signifikan. (AT Reuters/ Photo: Freepik)
