Perang Tarif Cina vs Amerika Serikat Berlanjut


Artikel Terjemahan
Perang tarif antara Amerika Serikat dan Cina terus berlanjut, setelab pagi ini waktu setempat (Rabu 9 April 2025) giliran negeri tirai bambu itu mengumumkan adanya pemberlakuan tarif ekspor barang-barang dari Amerika kc Cina yang mencapai 84% untuk bisa masuk ke pasar dalam negeri Cina  Dalam pernyataan yang dilansir situs USA Today, Kementrian Perdagangan Amerika mengumumkan adanya kenaikan tarif untuk barang-barang yang masuk dari Cina sebesar lebih dari 100 persen. Ternyata Cina juga tak mau kalah set dari Amerika. Negeri panda itu juga mengumumkan serangan balik berupa kenaikan pajak impor agar barang-barang dari Amerika bisa masuk dan dijual di pasar Cina.

Dalam keterangannya di Gedung Putih, Menteri Luar Neger Karoline Leavitt mengatakan, Presiden Trump membalas kenaikan tarif yang berlaku di Cina untuk ekspor dari Amerika ke sana. Itu sebagai respon atas tindakan Cina yang lebih dulu memberlakukan kenaikan tarif gila-gilaan.

Dengan kenaikan tarif yang sangat tinggi ini, akan berdampak terjadinya inflasi di pasar saham Amerika, yang Rabu lalu dibuka dengan fluktuasi beragam. Trump juga menyatakan, ada 70 negara yang menghubungi pemerintah Amerika membicarakan tentang kenaikan tarif perdagangan yang diberlakukan. Pemerintahan Trump  yakin, langkah balasan dari Cina berupa kenaikan tarif hanya akan sedikit berimbas pada perekonomian di Amerika. Menteri Perekonomian Amerika Scott Bessent menegaskan, langkah Cina menaikkan tarifnya hanya merupakan sebuah langkah pecundang, dan tidak perlu dikhawatirkan. Amerika tetap tenang meski Cina menaikkan tarif, karena ekspor Amerika 5 kali lebih besar daripada negeri tirai bambu, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran. (AT USA Today. Photo:Pexels)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru