Toni Elias: Marquez Punya Masalah Pengendalian Diri
Artikel Terjemahan: Marc Marquez memang sudah terbukti kencang dan Ducati tidak salah pilih pembalap untuk bisa mempertahankan gelar juara dunia konstruktor. Apalagi Ducati juga didukung tim satelit yang nggak kaleng-kaleng. Tapi komentar berbeda justru dilontarkan Toni Elias, pembalap MotoGP di era awal 2000an.
Waktu diundang ke podcast Duralavita, Elias kasih komentar soal balapan pekan lalu di Qatar. Menurutnya, Marc Marquez harus belajar cara mengendalikan diri, mereview pengalamannya waktu balapan di Austin Texas. Menurut Elias, Marc sudah punya kecepatan karena motor Ducatinya benar-benar seng ada lawan. Tapi justru dari situlah menurut Elias, Marc harus belajar mengendalikan diri karena kecepatan saja kurang cukup, padahal dia sudah punya lebih dari yang dia inginkan dari motornya. Kata Elias, biarkan segalanya berjalan alamiah, tidak perlu dipaksakan dengan alaan kecepatan.
Adapun untuk Alex Marquez, Elias melihatnya tidak jauh berbeda dengan sang kakak. Sehingga bisa saja kalau mereka diduetkan dalam tim yang sama, akan menjadikan tim itu tak terkalahkan karena diisi dua pembalap berkualitas hebat. Marc sering mempush adiknya untuk bisa tampil baik di kualifikasi, sehingga ujung-ujungnya kemenangan akan mudah diraih oleh dua bersaudara itu. Di sisi lain, Elias melihat Marc sering menggunakan adiknya supaya jadi tandem untuk dirinya, sehingga otomatis slipstream yang terjadi menguntungkan mereka berdua dan sesuai kemampuan fairing motor membelah angin, itu juga jadi kendala untuk orang di sekitarnya. Kata Toni, kedua kakak beradik itu kalau sedang beriringan, pembalap belakangnya jadi kesulitan menyusul karena faktor aerodinamika. Karena itulah Pecco susah menyalip ketika duo Marquez sudah di depan.
Elias juga menilai, duet Marc dan Alex Marquez akan mengganjar kegagalan Marc Marquez ketika masih di Honda tahun 2019, karena kondisi yang sekarang jauh berbeda karena sudah ganti motor dan tim. (AT Motosam.es / photo: Wikipedia)
