Zarco : Saya Pengen Jadi Pembalap Tim Pabrikan Honda
Artikel Terjemahan : Pembalap LCR Honda Johann Zarco, sudah mantap pengen jadi pembalap resmi tim Honda seperti Luca Marini dan Joan Mir. Zarco merasa punya modal yang cukup besar untuk menjadi pembalap kepercayaan pabrikan Jepang itu, karena Zarco mengklaim hanya dirinyalah yang bisa membawa Honda jadi lebih baik. Tidak berlebihan sebenarnya. Pembalap asal Perancis itu bolak-balik jadi penyelamat Honda, termasuk dalam balap ketahanan Suzuka 8 Hours. Setelah pindah dari Pramac Ducati ke LCR Honda, Zarco ternyata lebih bisa diandalkan. Beberapa kali pembalap bernomor motor 5 itu jadi pengangkat pamor Honda di klasemem, sehingga prestasi pabrikan berlogo sayap mengepak itu tetap terjaga meski mendapat konsesi karena ada di papan bawah.
Dengan prestasi semacam itu wajar saja jika Zarco sangat ingin pindah ke tim pabrikan dan tidak lagi hanya sekedar jadi pembalap tim satelit. Bahkan prestasi Zarco masih lebih baik dari Joan Mir dan Luca Marini yang membela tim pabrikan. Ketambahan Zarco sekarang membayang-bayangi Ai Ogura dari Trackhouse Aprilia, sehingga wajar kalau Zarco ingin sekali menjadi pembalap tim resmi.
Dengan posisi sekarang di peringkat tujuh klasemen sementara dengan 25 poin, Zarco masih lebih baik dari Luca Marini yang menempati urutan 9 klasemen sementara dengan 20 poin, dan Joan Mir dengan 10 poin. Karena itu beberapa pengamat MotoGP memperkirakan Zarco akan bisa jadi pembalap tim resmi 2026 mendatang. Meski begitu, The Frenchman menyadari kalau Lucio Cecchinello sang pemilik tim jelas sangat memperhatikan pembalapnya yang potensial, dan balap ketahanan Suzuka jadi bukti kemampuan Zarco jelas bukan kaleng-kaleng.
Salah satu titik balik yang paling penting memperkuat posisi Zarco jadi pembalap.Honda paling disegani adalah kemenangannya dalam balap ketahanan Suzuka 8 hours. Disitu Zarco berhasil secara gemilang membawa Honda yang sedang babak belur kembali disegani dengan kemampuan adaptasi dan pembawaan motor yang gemilang. Dengan usianya yang sudah 34 tahun dan cukup tua untuk seorang pembalap MotoGP, Zarco bisa membawa Honda kembali diperhitungkan.
Keputusannya meninggalkan Ducati baginya berujung pada prestasi positif di Honda, meski awalnya ada resiko besar yang harus dihadapi, yaitu mengembalikan Honda ke jalur papan atas seperti dulu. (AT Motosan.es Photo: Motorsport.com)