Aprilia Jelaskan Alasan "Bad Race" Yang Dialami Marco Bezzechi
Artikel Terjemahan Tim asal Italia Aprilia mengakui, balapan di Jerez pekan lalu memberikan masukan bagi tim bahwa balapan itu memang buruk bagi semua. Apalagi trek di Jerez relatif lebih banyak memberi keuntungan buat motor seperti Aprilia, sehingga seharusnya tim bisa berprestasi lebih baik di sana. Karena itu pasca race, diputuskan untuk menguji motor disana untuk perbaikan sekaligus mengetahui dimana kelemahan motor sehingga kalah bersaing bahkan dengan motor yang speednya tidak terlalu kencanga seperti Yamaha.
Kali ini Bezzechi lebih menekankan pada faktor stabilitas bagian belakang motor yang harus diperbaiki. Ketidakstabilan bagian belakang motor itulah yang pekan lalu membuat Bezzechi pusing tujuh keliling dengan hasil yang tidak memuaskan di Jerez. Pabrikan asal Noale Italia itu menyetel ulang lengan ayun atau swingarm dan sekaligus menguji aerodinamika baru. Bez mengeluh kemarin waktu balapan dirinya beberapa kali melebar dan akhirnya terpaksa finish di barisan terbelakang.
Menurut Bezzechi, ia sudah coba melakukan putaran sebaik mungkin, tapi hasilnya tidak memuaskan. Karena itu kemarin sesudah balapan, Aprilia kembali turun untuk menguji lengan ayun yang baru demi meningkatkan kestabilan motor. Selama tes, terlihat ada aero baru dari karbon fiber di swingarm motor Bez, untuk mengejar catatan waktu hari Minggu yang sempat tertinggal. Bez berkomentar lengan ayun itu menambah kestabilan sehingga nantinya waktu kualifikasi untuk menentukan peringkat start, pembalap kribo itu tidak akan jauh tertinggal seperti akhir pekan lalu.
Dengan lengan ayun baru. cengkeraman ban belakang lebih lengket, dan ini menambah kestabilan motor sehingga menikung jadi lebih pede. Begitu juga waktu buka gas jadi tidak takut motor akan kehilangan kestabilannya. Tes dilakukan ditengah cuaca berangin, tapi Bez malah kesenangan karena bisa sekalian menguji perangkat aerodinamika baru untuk melihat kinerjanya. Hasilnya, catata waktu Bez 0,739 detik dibelakang Marc Marquez yang tampil tercepat di awal pekan kemarin. Sementara test rider Lorenzo Savadori bertugas mengikuti arahan tim untuk mencari kestabilan saat mengerem dan berakselerasi.
Manajer Aprilia Massimo Rivola menyatakan, Bez punya potensi di dua balapan terakhir, namun ditekankan faktor start seringkali jadi masalah. Waktu di Qatar lalu, Bez bisa finish ke-8 dari awal start posisi 15. Jadi mestinya kalau start dari posisi yang bagus di depan, setidaknya kemenangan di atas kertas akan bisa diraih. Balapan berikutnya di Le Mans akan berlangsung 9-11 Mei mendatang, yang artinya Aprilia sudah harus siap tempur untuk itu. Begitu juga Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse Aprilia juga digadang-gadang meraih hasil yang baik. (AT Speedweek.com / Photo: Aprilia)
