Ducati Mulai Waspada: Jarak Lawan Makin Mengecil
Artikel Terjemahan CEO Ducati Claudio Domenisalli tahun ini merasa was-was, karena jarak poin antar tim sekarang sudah semakin mengecil. Hasil terbaru, Yamaha dan Fabio Quartararo mampu membuat Ducati yang selama ini terlihat perkasa di mata lawan-lawannya jadi seperti bocil kehilangan mainannya, karena Yamaha tampak sangat kuat waktu di Jerez. Terbukti dengan naik podiumnya El Diablo jadi juara 2 dengan motor berkonfigurasi masih inline sementara Ducati dan lawan lainnya menggunakan mesin V4. Artinya Yamaha masih bisa berkembang lebih hebat lagi, dan bahkan bisa mengalahkan para pesaingnya yang sudah menggunakan konfigurasi mesin V4 lebih dulu.
Meski mendominasi MotoGP 2025 baik balap sprint maupun balapan utama, Domenicalli masih belum bisa tenang, karena Yamaha terus membuntuti tanpa ampun. Apalagi tahun ini Fabio Quartararo mampu pertamakalinya mencetak pole position dan berada di depan Marc Marquez dan ketambahan Marquez jatuh sehingga pembalap asal Perancis itu makin jauh.
Kemampuan Yamaha tak pelak membuat Claudio Domenicalli mencak-mencak karena tidak menyangka motor yang kalah power macam Yamaha ternyata malah bisa mempecundangi Ducati yang unggul segalanya. Domenicalli hanya bisa berkomentar, "Inilah buah kerja keras dalam waktu lama plus motor bagus dan pembalap kuat."
Memang Domencalli menyoroti faktor konsesi juga menjadi pemegang peran penting bagi kemajuan Yamaha sehingga bisa sekuat sekarang. Dengan kondisi ini, Domenicalli tidak heran kalau jarak poin dalam klasemen bisa semakain dekat. Honda dan Yamaha bisa memanfaatkan celah konsesi untuk membangun motor yang lebih bagus dan bisa bersaing dengan Ducati.
Ducati hanya pernah sekali kalah waktu tahun 2024 lalu waktu tunduk dari Aprilia di GP Amerika. Yang membuat Domenicalli geleng-geleng kepala adalah karena Yamaha bisa naik podium terakhir kali tahun 2023 di Mandalika.
Hasil baik juga diraih Johann Zarco dari Honda, dan merupakan hasil terbaiknya sejak 2023 lalu waktu pembalap LCR Honda itu masuk lima besar. Bukan cuma tim konsesi, Ducati harus waspada juga pada sesama pengguna mesin V4, karena KTM melalui Maverick Vinales juga menjadi ancaman dengan hasil bagusnya dalam balapan pekan lalu. Sayang podium yang didapat Vinales dibatalkan karena masalah tekanan ban. Kalau tidak, Ducati bakal tidak bisa tidur mikir para pesaingnya. (AT Paddock GP / Photo: Audi)
