Fabio Quartararo: Saya Pilih Yang Sudah Ada Karena Tidak Punya Waktu Lagi


Artikel Terjemahan
Pembalap Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo akan mengambil apapun proyek Yamaha untuk MotoGP karena merasa sudah tidak ada waktu lagi untuk pilih-pilih. Itu dikannya dalam podcaast media DAZN yang mewawancarainya. Musim kompetisi tahun ini, pembalap asal Nice Perancis itu sudah berhasil membukukan 3 pole position yaitu di kandang sendiri waktu balapan berlangsung di Le Mans, yang kedua pekan lalu di Silverstone Inggris, dan yang ke-3 waktu balapan di Jerez.

Meski pekan lalu gagal finish karena masalah pada pengatur ketinggian belakang motor, Quartararo tetap menjadi unggulan yang diperkirakan mampu melawan keperkasaan Ducati dimanapun.

Dalam wawancara Quartararo berkata, "Sejak balapan di Qatar, saya mencoba untuk tidak banyak mengutak-atik motor, dan hanya memantau apa saja yang perlu dikembangkan dalam 3 balapan pertama tahun ini. Sejak itu, tidak banyak perubahan yang dilakukan dan ternyata saya bisa membalap dengan lebih baik dengan perngkat elektronik yang lebih smooth."

Dengan mendiamkan saja motor itu tanpa perubahan apapun, justru rasa berkendaranya lebih baik dan perngkat elektronik bekerja dengan lebih lancar.

Pembalap bernomor start 20 itu sampai saat ini menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang mampu beradaptasi dengan kondisi apapun, dan bisa tampil ngotot melawan dominasi Ducati dan Aprilia juga KTM. Quartararo hanya merasakan perlu ada perbaikan untuk sektor depan supaya cengkeramannya lebih baik dan tidak ada getaran yang mengganggu.

Khusus mesin, Quartararo menegaskan tidak ada satupun pergantian mesin dalam tes di Misano beberapa waktu lalu. Hanya perangkat aerodinamis yang diutak-atik, dan Fabio melihat kinerja tim sudah mendekati gaya Eropa meski basis utamanya adalah motor Jepang.

Meski terkesan, Quartararo kadang merasa jengkel kalau teknisi Jepang bekerja terlalu lambat menurutnya, namun pambalap 26 tahun itu merasa kadang nuansa Eropa sangat kental terasa dalam tim. Namun semua itu bisa dinikmatinya dan perubahan radikal sejak Yamaha merekrut para ahli dari Eropa, perbedaan kinerja juga terasa. 

Waktu ditanya alasan tetap betah di Yamaha padahal Quartararo sendiri pernah mengancam akan pindah tim kalau permintaannya soal spek mesin tidak dituruti, juara dunia MotoGP 2021 itu mengatakan, aspek finansial juga berperan dibalik keputusannya tetap bersama pabrikan berlogo garpu tala itu. Memang Fabio Quartararo saat ini adalah pembalap dengan gaji terbesar di MotoGP, tapi menurutnya, yang paling penting adalah sejauh mana perkembangan pabrikan bisa menjanjikan kemenagnan dan penampilannya yang bisa jauh lebih baik.

Tahun 2023 lalu menjadi tahun terberat baginya secara mental karena setelah jadi juara dunia, tidak ada perkembangan signifikan dari motor, dan Quartararo juga sedang belajar memanage dirinya untuk tidak gampang marah-marah. Hasilnya, saat ini Quartararo menjadi satu-satunya pembalap Yamaha yang bisa unjuk gigi kala melawan pasukan Ducati, KTM, dan Aprilia yang sama-sama sudah mengusung mesin V4, sedangkan Quartararo menjadi satu-satunya pembalap dengan motro bermesin inline tapi mampu memberikan perlawanan sengit.

Sekarang harapan Quartararo hanya satu: menjadi pembalap top dengan Yamaha seperti idolanya yaitu Valentino Rossi. (AT Motosan / Photo: Yamaha)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru