Johann Zarco Akan Jadi Pembalap Pabrikan Honda?


Artikel Terjemahan Johann Zarco selama ini dikenal sebagai pembalap yang tidak banyak berkomentar. Pembalap asal Perancis itu termasuk jajaran pembalap senior karena usianya yang sudah tidak muda lagi. Meski begitu, kontribusinya untuk Honda tidak main-main. Sampai saat ini Zarco adalah pembalap yang paling setia pada Honda. Setelah Takaaki Nakagami pensiun, Zarcolah yang menjadi orang paling senior di tim Honda. Luarbiasanya lagi, pemenang GP Le Mans itu masih berniat memperkuat pabrikan berlogo sayap mengepak itu pada 2026 mendatang.

Meski sekarang Honda masuk tim yang mendapat konsesi karena prestasinya yang jeblok, Hondalah yang paling kuat secara finansial dan masih terus mengembangkan RC213 V untuk balapan di MotoGP. Setidaknya kekuatan dan kengototan Honda di MotoGP terlihat dari betapa setianya Johann Zarco menjadi pembalap tim asal Jepang itu, disaat banyak rider lebih mengincar motor pemenang.

Meski tim LCR yang dibelanya adalah tim satelit, Zarco tetap ingin mengembangkan karir balapnya di tim pabrikan mengikuti jejak Luca Marini yang kontraknya habis tahun ini. Bisa jadi karena saking sayangnya dengan Zarco, pemilik tim LCR Lucio Cecchinello tidak ingin melepas pembalap kesayangannya, meski prospeknya lebih cerah ketika bergabung dengan tim pabrikan.

Berulangkali Cecchinello mengatakan, sangat menghormati kesetiaan Honda untuk tetap bermitra dengannya dan menjadi tim satelit. Cecchinello yakin Honda juga punya keinginan untuk tetap mempertahankan Zarco, dan mencari solusi yang lebih baik ketimbang melepaskannya.

Yang jelas, kemenangan Zarco waktu balapan di Le Mans dan sukses menjadikan Honda disorot khalayak karena kesuksesannyha diharapkan oleh pembalap Perancis itu bisa mengangkat nilai tawarnya untuk dipromosikan ke tim pabrikan.

The Frenchman hanya tahu kalau dirinya sebaiknya tetap tinggal di Honda. Hanya saja untuk tinggal di tim mana akan diputuskan kemudian, menyesuaikan dengan keinginan Honda. Saat ini meski di tim satelit, Zarco telah menerima apapun komponen yang biasanya untuk tim pabrikan lebih dulu, dan itu membuatnya tampil kompetitif sepanjang tahun.

Belakangan ini desas desus akan pindahnya Jorge Martin atas rekomendasi Aleix Espargaro juga menjadi pertimbangan Honda, namun pabrikan asal Jepang itu tetap mengutamakan pembalap yang dimilikinya lebih dulu. Terutama karena Honda tidak ingin merekrut pembalap pabrikan lain, sementara pembalap itu masih terikat kontrak.

Tim Honda juga masih bisa mempertimbangkan Pedro Acosta, sesudah performa KTM tahun ini melempem karena masalah finansial, dan dalam beberapa kesempatan, Acosta mengaku sudah tidak sabar lagi dengan perkembangan yang ada di tubuh KTM.

Selain Acosta, ada juga pembalap Superbike Toprak Razgatlioglu yang sudah berniat pindah kelas ke MotoGP, dan dirumorkan Toprak didekati Honda. Luca Marini juga menjadi kemungkinan Honda berikutnya karena adik Valentino Rossi itu punya opsi kontrak yang bisa dimanfaatkan sampai 2026. (AT Crashnet / Photo: MotoGP.com)


Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru