Kegalauan Adrian Newey Keluar Dari Red Bull


Artikel Terjemahan
Adrian Newey salah satu ahli desain F1 sejak tahun 90an karena memperkuat tim besar McLaren mempertimbangkan beberapa pilihan apakah akan tetep bekarir di dunia motorsport atau diluar balapan atau malah keluar dari dunia yang telah membesarkannya, dan pilihan itu mulai muncul sejak tahun lalu. Waktu itu di malam pergantian tahun 2024, Newey mengumumkan keluar dari tim Red Bull dan mengakhiri 20 tahun hubungan dengan raksasa sponsor minuman berenergi itu. Segera setelah itu, Newey berkonsentrasi pada pengembangan hypercar RB17 dengan sponsor utama pabrikan berlambang banteng kembar itu, sampai hari terakhirnya disana pada 1 Maret 2025.

Keluarnya Newey dari Red Bull membuat tim lain berebut merekrutnya, namun pilihannya jatuh pada tim Aston Martin September 2024. Mantan desainer tim F1 Williams itu mulai bekerja untuk tim bermarkas di Silverstone itu Maret tahun ini, dan kemarin waktu balapan di Monaco, sosok Newey terlihat disana. Awalnya Newey merasa ragu akan berlabuh ke tim selanjutnya pasca keluar dari Red Bull, namun pilihan mantap akhirnya jatuh pada tim Aston Martin sebagai pelabuhan berikutnya. Itu seperti yang dikatakannya pada wawancara dengan Sky F1

Pilihan itu muncul sesudah berdiskusi dengan sang istri Mandy. Awalnya ia tertarik memperkuat Red Bull di balap America's Cup, namun pada akhirnya Newey kembali ke F1 setelah membandingkan F1 dengan pindah ke America's Cup yang merupakan balapan kapal layar.

Menurut Newey, balapan kapal layar memang menarik dan ia jadi bisa melihat sisi lain dunia. Apalagi teknologinya mirip. Newey memutuskan tetap di F1 setelah mengetahui di America's Cup tidak ada hak jawab atas tawaran kompetisi yang muncul, dan balap layar dikompetisikan 4 tahun sekali. Sekali balap layar berlangsung, para kru akan ikut berlayar setidaknya dalam 2 bulan selama mengikuti kompetisi. Jadi kalau desainnya kurang bagus, maka hasilnya akan percuma saja. Lagipula Newey merasa tidak punya cukup waktu kalau harus bergabung dengan America's Cup meskipun sponsor utamanya tetap Red Bull.

Menurutnya, yang membuat dirinya memutuskan tetap berada di F1 adalah karena kalau di F1, meski awalnya agak sulit beradaptasi, namun semua bisa dilakukan sambil memperbaiki kekurangan yang ada, mulai desain mobil, pilihan mesin, sampai pilihan pembalap. Newey mencontohkan McLaren tempatnya bernaung dulu, itu adalah contoh ideal.

Meski begitu, kecintaan Newey terhadap road car tetap besar dan menarik perhatiannya, karena itulah dia memilih Aston Martin dan sekarang sedang mengerjakan proyek hypercar RB17 dengan sponsor Red Bull. Kata Newey, inilah wujud kecintaannya pada karirnya yang merupakan kombinasi antara manusia dan mesin dalam dunia balap.

Atas dasar kecintaan itulah Newey merasa sulit untuk keluar dari dunia yang sudah ditekuninya bertahun-tahun. Yang membuatnya betah di dunia balap, adalah karena ia pernah membandingkannya dengan rekan sesama desainer dari kampus yang menekuni dunia aeronautics atau penerbangan. Disana seorang desainer tidak akan bisa terbang selama 10 sampai 15 tahun meski bekerja di perusahaan itu. (AT Crash.net / Photo: Motorsport Magazine)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru