Marc Marquez: Semua Pengen Lihat Marquez yang Hebat
Artikel Terjemahan Kemenangan Marc Marquez dan adiknya, Alex Marquez makin mengukuhkan dominasi keduanya di klasemen. Kakak beradik ini saling support meski yang satu di tim satelit Gresini, satunya lagi di pabrikan Ducati. Karena pemasok mesin keduanya sama-sama Ducati, jadi tidak masalah kalau sang kakak membantu adiknya meski hanya dorongan dan dukungan mental untuk membuat sang adik lebih berprestasi.
Butuh setidaknya tujuh purnama sampai akhirnya Marc Marquez kembali jadi raja di ajang MotoGP. Bahkan butuh 7 bulan sejak tahun lalu untuknya bisa naik podium juara di kampung halamannya sendiri di Jerez Spanyol. Sebuah pengorbanan yang besar setelah tahun 2020 jumpalitan di Honda dan sayangnya sikap Honda malah tidak begitu menyenangkan lagi, sehingga akhirnya Marquez pindah tim dan kembali merangkak dari tim satelit, sampai akhirnya kembali menjadi pembalap pabrikan setelah tahuun lalu Gigi Dal'igna dan David Tardozzi merekrutnya karena tertarik dengan kemampuan Marc waktu di Gresini.
Balapan di Jerez menjadi event kelimanya tahun ini. dan Marc sudah mendominasi 3 dari 4 balapan yang sudah digelar. Penampilan primanya ibarat kondisi waktu di Honda sebelum cedera yang begitu dominana dan pede dengan motornya.
Simon Crafar mantan pembalap GP dan sekarang menjadi kolumnis media mengatakan, tahun 2020 itu Marquez sudah sangat legendaris dengan gaya balapnya yang punya kemiringan ekstrim. Sayangnya karirnya sempat terhenti waktu jumpalitan di Jerez tahun 2020 dan mengalami cedera humerus tangan kanannya. Namun Marquez yang sekarang sudah berbeda.
Tentang feelingnya dengan motor Ducati, Marquez mengaku merasakan ada yang berbeda dengan Honda dulu. Namun saat ini Marc ingin tahu limit motor supaya bisa dibawa sekencang mungkin yang dia bisa. Dengan Ducati GP25 saat ini, sudah waktunya mencari area yang bisa ditingkatkan terutama teknik menikunganya. Pembalap asal Cervera Spanyol itu tidak membandingkan dengan Honda, tapi ia merasakan ada perbedaan.
Di hadapan pendukungnya. Marquez diovertake Quartararo, Bagnaia dan adiknya sendiri. Apalagi setelah jatuh, Marquez kembali balapan dengan kondisi motor berantakan, tapi masih bisa balapan sehingga Bagnaia sempat iri dengan kecepatan Marquez yang menurutnya luarbiasa itu. (AT Speedwek . Photo: MotoGP.com)
