Puig: Marquez Mencari Sesuatu Yang Tidak Ditawarkan Honda
Artikel Terjemahan Manajer Honda Alberto Puig rupanya punya analisa sendiri alasan Marc Marquex hengkang dari Honda ke Ducati. Dalam pernyataannya yang dikutip situs Crashnet Puig berujar kepindahan Marquez ke tim asal Borgo Panigale itu karena dia tidak menemukan tawaran yang cocok dari Honda, dan itu pula yang akhirnya berujung pada pindahnya pembalap asal Cervera Spanyol itu ke tim asuhan Gigi Dall'igna itu.
Akhir 2023 menjadi perpisahan Marquez dengan Honda yang menaunginya dan memberi 8 gelar juara dunia. Dengan kondisi yang masih shock atas kerpindahan Marquez, Honda ibarat pepatah sudah jatuh ketiban tangga kejatuhan ember. Nasib tim berlogo sayap mengepak itu dari tim juara menjadi tim konsesi setelah gagal bangkit pasca ditinggal Marquez.
Bagaimanapun juga, Puig membantah anggapan publik yang menyebut sekarang sebagai masa "Ducati Cup" karena semua pemenang balapan adalah Ducati apapun bentuknya, mulai dari tim resmi sampai tim satelit sekelas VR46 milik Valentino Rossi. Kata Puig, sekarang yang bisa dilakukan Honda hanyalah berusaha kompetitif lagi, meski itu berarti untuk sementara menjadi tim konsesi karena peringkatnya ada di papan bawah.
Menurut Puig, sebetulnya yang hebat bukan motor Ducatinya, melainkan sosok Marc Marquez yang juga berperan menjadikan Ducati makin ditakuti keperkasaannya. Ducati dan Marc Marquez jadi kombinasi pas yang paling ditakuti lawan saat ini. Tapi Puig menegaskan, Honda pasti akan kembali biarpun harus lewat jalan berliku lebih dulu. Manajer Honda itu juga tahu Marquez mencari motor pemenang, dan itulah yang saat ini belum bisa diberikan, dan baru ditemui pada Ducati sehingga Marquez pindah ke sana.
Karena itu Puig kembali menegaskan, hengkangnya Marc Marquez ke Ducati bukan karena uang. Menurut Puig, Marquez bukan pembalap mata duitan, tapi dia mengincar motor pemenang dan itulah alasan terbesar keluar dari Honda dan pindah ke Ducati. Puig yakin, sama seperti Yamaha yang sedang berusaha bangkit lagi, kalau sudah jadi tim pemenang, pembalap potensial pasti akan datang dengan sendirinya. (AT Crash.net / Photo: Alpinestar)
