Tardozzi: Marc Marquez Cara Berpikirnya Seorang Juara
Artikel Terjemahan Davide Tardozzi sangat senang bisa merekrut Marc Marquez untuk menjadi pembalap Ducati. Berkali=kali mbah Tardozzi menyebut bisa mendapatkan kontrak Marquez ibarat mendapat durian runtuh langsung di hadapannya, namun Tadozzi tak melupakan Francesco Bagnaia yang lebih dulu ada di garasi Ducati. Hanya karena saat ini Pecco sedang turun performanya karena sedang krisis kepercayaan diri, Tardozzi pun ikut berpikir mencari cara supaya motivasi Pecco bisa naik lagi,, dan Ducati akan punya sepasang pembalap super tangguh untuk bisa merebut juara dunia tahun ini.
Menjelang balapan di Silverstone Inggris. Tardozzi menilai ada peningkatan rasa percaya diri Marquez, tapi tidak dengan Pecco Bagnaia. Untuk itu prinsipal Ducati ini ingin mengembalikan semangat Pecco supaya bisa kembali head to head dengan Marquez di sisa musim kompetisi tahun ini. Menurutnya sudah tidak ada masalah dengan Marquez, dan Tardozzi mengakui penampilan pembalap asal Cervera Spanyol itu memang luarbiasa, baik dalam hal kecepatan maupun racing managementnya. Hal itu menujukkan kematangan dan pengalamannya, sama seperti layaknya daya pikir seorang juara.
Masalahnya sekarang tinggal ada pada Pecco Bagnaia yang prestasinya naik turun dan belum konstan prestasinya. Karena itu Ducati sekarang memfokuskan diri pada menjadikan Pecco gacor lagi dan bisa lebih baik lagi dari tahun lalu.
"Kami mencoba membantunya semampu mungkin. Dalam tes di Mugello dengan menggunakan Ducati Panigale, Pecco bisa melesat sangat cepat. Karena itu pabrikan asal Bologna tersebut ikut sibuk mencari cara untuk meulihkan kepercayaan diri Bagnaia karena kemampuannya sudah sangat baik seperti pengereman di tikungan yang bagus dan cara berkendaranya yang halus sehingga motor Ducati yang dibawanya bisa terasa smooth. Menurut Tardozzi, tinggal mengembalikan rasa pedenya, karena GP 24 dan GP 25 perbedaannya tidak banyak, sehingga manajer Ducati itu yakin murid Valentino Rossi itu pasti bisa mengatasinya.
GP Silvestone dimulai Jumat 23 Mei sampai Minggu 25 Mei mendatang dengan banyak aspek teknis dan fisik karena balapan ini sangat menentukan perjalanan selanjutnya karena sudah pertengahan tahun dan dalam satu musim kompetisi seperti ini, semua tim akan memaksimalkan performanya.
Pesan Tardozzi untuk Pecco hanya satu, jaga tingkat kepercayaan diri dengan penampilan konstan dan penuh kepercayaan diri. (AT Motosan / Photo: Motorsport.com)
