Kursi Tim F1 Cadillac Hampir Pasti Untuk Valteri Bottas dan Felipe Drugovich
Awalnya Drugovich berencana melanjutkan karir balapnya di F2. Apa daya tidak ada satupun tim yang merekrutnya meski pernah menjadi juara. Akhirnya Drugovich memilih hijrah ke F1 dan mendapat peluang untuk bergabung dengan tim baru asal Amerika Cadillac. Pembalap asal Brazil itu sebetulnya akan menuju ke Aston Martin, namun dengan keputusan tim Inggris itu yang hanya mengizinkan Drugovich balapan sebagai pengganti Fernando Alonso atau Lance Stroll kalau mereka absen, Karena kedua pembalap itu jarang absen sehingga tidak perlu pembalap pengganti, akhirnya Drugovich menjatuhkan pilihannya pada Cadillac sebagai tempat berlabuh berikutnya.
Sebetulnya peluang itu muncul ketika Lance Stroll mundur dari GP Spanyol di Catalunya. Karena waktu paca kualifikasi tidak memenuhi syarat, akhirnya Drugovich terpaksa tidak bisa balapan. Sekarang pembalap asal dance Capoeira ini akan membalap bersama Cadillac untuk tahun depan. Rencananya Drugovich diasangkan dengan Valteri Bottas yang lebih senior dan masuk radar perekrutan Cadillac..
Adapun kiprah Bottas sudah jelas terlihat di F1 karena pernah bergabung dengan McLaren dan jadi pembalap cadangan untuk tim Mercedes. Kiprah inilah yang menarik perhatian Cadillac untuk memboyongnya. Rencananya duet pembalap ini akan diumumkan pada jeda musim panas mendatang.
Cadillac juga mengincar Mick Schumacher putra legenda F1 Michael Schumacher, dan Zhou Guanyu. Mick berpengalaman di F1 dan pernah membalap untuk tim Haas tahun 2022 lalu. Sempat juga memperkuat tim Alpine untuk balap World Endurance sebelum masuk radar perekrutan untuk tim baru F1 tahun depan.
Zhou Guanyu adalah pembalap cadangan tim Ferrari merangkap pembalap tes. Pembalap asal negeri Tirai Bambu Cina itu juga pernah memperkuat tim Sauber F1 sebelum tidak diperpanjang lagi kontraknya akhir 2024 lalu. (AT Crashnet / Photo: Oversteer)
