Marc Marquez Alami Apa Yang Dialami Bagnaia
Artikel Terjemahan Marc Marquez akhirnya juga mengalami apa yang pernah dilontarkan oleh Pecco Bagnaia tentang kondisi motor yang menurutnya kehilangan keseimbangan. Itu mulai dirasakan Marquez menjelang balapan kandangnya di Aragon 8 Juni mendatang. Saat ini Ducati sedang sibuk membenahi kekurangan yang dilontarka dua pembalapnya, untuk tetap bisa mendominasi di balapan.
Tahun lalu meski di tim satelit Gresini, Marc Marquez secara umum tetap dominan. Baru tahun inilah Ducati tidak bisa mendominasi semua balapan. Di Le Mans kalah dari Honda lewat Johann Zarco pembalap LCR, dan di Silverstone Inggris harus mengakui keunggulan Aprilia dengan pembalap Marco Bezzechi. Kekalahan dalam sapu bersih ini belum pernah dialami Ducati sejak 2021.
Setelah menang dan mendominasi tahun 2024 sampai pertengahan 2025, Ducati mulai ada lawan sepadan waktu Johann Zarco memenangkan GP Le Mans. Kemudian kekalahan berikutnya waktu Marco Bezzechi memenangkan GP Silverstone. Saat kemenangan tidak berpihak pada Ducati, Marc Marquez bekerja keras untuk mengamankan podium 3 sesudah di race pertama terjatuh. Beruntung ada bendera merah tanda balapan diulang. Disitulah Marquez kemudian bisa memanfaatkan situasi.
Disiai lain rival dari Yamaha Fabio Quartararo mengalami nasib sial di Inggris setelah elektronik pengatur ketinggian motornya macet sehingga gagal finish. Peluang mengalahkan Ducati masih ada dengan balapan di Sachenring Jerman, untuk mengulangi lagi kesuksesan 2021.
Peluang Marc Marquez menjuarai Aragon seperti tahun lalu, terkendala karakter motor GP25 yang baru sekarang mengalami masalah dengan para pembalapnya. Tidak cuma Pecco Bagnaia. Marc Marquez ternyata juga mengalaminya.
Diluar Ducati, masih ada KTM yang juga siap menggempur meski kondisi finansial pabrikan asal Austria itu sedang ngos-ngosan karena krisis ekonomi. RC16 masih bisa jadi ancaman buat pasukan Ducati, terutama karena trek lurus di Aragon cukup panjang, cocok untuk ngepush motor dengan maksimal. Itu pasti akan dilakukan para pembalap KTM dan Ducati memanfaatkan keunggulan konfigurasi mesin V mereka yang jelas lebih unggul di trek lurus dibandingkan inline 4 milik Yamaha(AT Motosan / Photo: Motorsport.com)
