Membaca Peluang Marc Marquez dan Ducati di Aragon
Artikel Terjemahan Ducati sibuk berbenah pasca tidak bisa meraih kemenangan 2 kali berturut-turut, di Le Mans dan Silverstone. Manajer teknik Ducati Gigi Dal'igna bisa jadi orang yang paling sibuk saat ini setelah tidak satupun motor Ducati berjaya dalam dua balapan berturut-turut. Dalam balapan di Le Mans seberlumnya, Johann Zarco dari LCR Honda tampil cemerlang sekaligus mengukir prestasi di kandang sendiri. Waktu balapan di Silverstone Inggris. giliran Marco Bezzechi dan Aprilia mendominasi dan menempatkan Bez finish terdepan.
Berikutnya balapan akan pindah ke Aragon Spanyol yang notabene adalah kandang para pembalap Spanyol seperti Marc dan Alex Marquez, Jorge Martin, juga Maverick Vinales. Berkaca dari tahun lalu, Marc Marquez sangat dominan ketika tampil di kandang sendiri. Karena sekarang Marquez berada di Ducati, maka Gigi Dal'igna jadi super sibuk. Apalagi 2 seri terakhir didominasi oleh pembalap Honda dan Aprilia, bukan Ducati yang biasanya langganan juara dimanapun balapannya.
Dominasi Ducati yang berjumlah 22 kemenangan sejak Jerez 2024 sampai 2025 akhirnya terpatahkan oleh Johann Zarco dari LCR Honda waktu balapan di Le Mans Perancis, kemudian disusul Marco Bezzechi dengan Aprilia waktu balapan di Silverstone Inggris.
Sayangnya dalam balapan di Silverstone, Fabio Quartararo mengalami masalah pada motor sehingga gagal finish. Kemungkinan Ducati bisa absen lagi seperti waktu balapan di Sachsenring tahun 2021. Saat itu pemenangnya adalah Maverick Vinales dan Fabio Quartararo, dan karena peta sudah berubah drastis dengan masuknya Marc Marquez di Ducati, peta kekuatan bisa jadi akan berubah.
Saat ini pembalap asal Cervera Spanyol itu memimpin klasemen sementara, dan balapan di Aragon juga pernah dimenangkannya waktu bersama Gresini. Situs balap Crashnet melansir podcast yang dibawakan oleh host Jordan Moreland, diyakini kalau Aragon seolah dibuat untuk Marquez.
"Kami berkata soal sirkuit Amerika (COTA) dan juga Jerez, dan Aragon adalah tipe sirkuit yang dibuat untuk Marc Marquez seperti halnya Sachsenring Jerman. Di 2 sirkuit itu, Marc Marquez benar-benar tak tertandingi." kata Moreland.
Menurutnya, bahkan seorang Pecco Bagnaia tidak bisa mengerti bagaimana Marquez memenangkan balapan di Aragon. Meski begitu, motor baru Ducati GP25 lebih susah dikendarai, bahkan oleh Marc Marquez sekalipun. Apalagi dalam balapan tahun ini di Silverstone dan Amerika, pembalap bernomor motor 93 itu diselamatkan oleh bendera merah yang dikibarkan marshal tanda balapan dihentikan karena ada masalah.
Kondisi lintasan di Aragon juga jadi perhatian. Trek yang kotor dan licin seperti tahun lalu, akan sulit dilalui karena daya cengkeram ban yang sangat rendah. Pilihan ban bisa jatuh pada ban sofr dan medium, seperti yang dipakai Yamaha, Honda, Aprilia dan KTM. Di masa lalu, Pecco Bagnaia menang di Aragon. sementara Alex Marquez bisa juga meraih podium di kandang sendiri. Tinggal melihat apakah settingan motornya bisa mengakomodir keinginan para pembalap untuk bisa tampil cepat dan meraih kemenangan. Pedro Acosta dan KTMnnya juga punya potensi besar. karena Acosta juga ibarat balapan di kandang sendiri karena dia juga berasal dari Spanyol. Persaingan para pembalap Spanyol di Aragon akan sangat ketat mengingat para pembalap punya semacam teritori sendiri di wilayah mereka.
Moreland memprediksi beberapa pabrikan akan bisa menempatkan pembalapnya di depan, kecuali Yamaha yang masih harus berjuang keras di Aragon. Sekarang tinggal lihat apakah keajaiban Johann Zarco juga bakal mempan di Aragon, sama seperti di Silverstone. Honda memang terkesan kurang ideal untuk Aragon. Apalagi ada masalah getaran pada motor. Jangan lupakan juga Aprilia dengan Marco Bezzechi yang baru saja tampil cemerlang di Inggris. (AT Crashnet / Photo: LeMag Auto)
