Ruben Xaus: Kalau Tidak Kompetitif Mending Keluar
Sekilas kritik itu terlihat tanpa tedeng aling-aling. Namun menurutnya itu baik untuk memajukan pembalap supaya selalu bisa tampil maksimal, dan hanya kemenanganlah kunci untuk bisa bertahan di iklim sekeras MotoGP.
Dengan makin canggihnya motor dnn perangkat pendukungnya, tuntutan untuk menang juga makin besar karena tim dan sponsor juga sudah berusaha keras untuk menyokong pembalap. Di tim dengan nama besar, seorang pembalap tidak datang untuk sekedar balapan dengan bagus, tapi juga harus mampu tampil ngotot untuk menang. Menurutnya itulah yang saat ini terjadi di Ducati. Tim merah itu adalah tim resmi pabrikan yang jelas ingin memenangkan balapan dan gelar dunia, karena itu memenangkan balapan mutlak jadi keharusan.
Xaus juga menegaskan, dalam tim resmi, pembalap harus bisa memenangkan kompetisi. Kalau tidak lebih baik keluar, karena itulah yang dimaui para pemilik tim dan juga para petinggi sebuah merek motor yang dipakai berkompetisi. Kebijakan ini juga berlaku untuk tim satelit, meski pengembangan motornya tetap harus memprioritaskan tim resmi lebih dulu.
Tentang adanya pembalap yang eksis di media sosial, Ruben Xaus menegaskan ini bukan masalah suka atau tidak, tapi lebih pada performa si pembalap. Kalau seorang racer lebih mengutamakan eksis di publik, maka karirnya akan lebih cepat habis.
Xaus juga menekankan, ini bukan soal seorang pembalap lebih disukai publik atau tidak, tapi lebih pada performa balapnya, karena itulah yang lebih mendatangkan nilai. Kata Xaus, kalau ingin jadi pembalap yang disukai, mending berkiprah di dunia online saja. Artinya performa balapan lebih dilihat daripada sekedar eksis di media. Karena sekarang balapan pun sudah terkontaminasi mental ngeksis seperti ini, sehingga banyak pembalap bermental cengeng, Xaus kembali menegaskan, kemampuan balapan harus berbicara lebih keras daripada sekcdar koar-koar di medsos. (AT Crashnet / Photo: MotoGP.com)
