Christian Horner Dipecat Red Bull
Artikel Terjemahan Christian Horner, CEO dan bos tim Red Bull dipecat dari jabatannya, sehingga Horner tak bisa lagi bergantung pada sejawatnya di tim. Pendukung Horner di Red Bull, Chalerm Yoovidhya melepaskan dukungannya sehingga mantan pembalap itu tak bisa lagi berbuat banyak. Chalerm Yoovidhya adalah salah satu pemilik saham terbesar Red Bull dan pendukung setia Horner selama ini. Perusaahaan Red Bull didirikan Dietrich Mateschitz berkolaborasi dengan Yoovidhya dalam menjalankan tim Red Bull. Dengan begitu, pria berusia 51 tahun itu tak bisa lagi berbuat apa-apa begitu dukungan untuknya terhenti.
Pemecatan ini terjadi pada Rabu kemarin, dimana saham kepemilikan tim Red Bull 49% dimiliki oleh keluarga Mateschitz pendiri perusahaan asal Austria itu, dan keluarga besar Mateschitz memiliki beberapa proyek olahraga termasuk tim F1 yang sedang gonjang-ganjing ini. Sisa saham 51% dimiliki pengusaha Thailand Chalerm Yoovidhya yang merupakan pendukung Chtistian Horner selama ini.
Pemecatan ini juga terjadi karena keluaraga pemilik saham terbesar Red Bull menginginkan perubahan pada tim asal Austria ini. Dari penelusuran situs balap Crashnet, isu kepindahan Max Verstappen ke Mercedez dan komentar ayah Verstappen tentang masa depan tim Red Bull di tangan Christian Horner, kemungkinan besar menjadi pemicu masalah ini. Apalagi ternyata hubungan Verstappen dan Horner belakangan ini juga kurang baik.
Jurnalis Sky Sports News Craig Slater memberitakan, kepemimpinan Horner musim lalu menjadi salah satu pemicu berpisahnya Horner dan Red Bull. Slater juga menginformasikan beberapa nama besar seperti Adrian Newey, Jonathan Wheatley, dan Rob Marshall semua memilih meninggalkan Red Bull dengan kepemimpinan Horner.
Tim ini terbilang sukses di kancah F1 dan sedang berusaha membangun mesin sendiri untuk kompetisi F1 tahun depan. Menurut Slater, yang luarbiasa dari Red Bull adalah, mereka hanya mengandalkan brand image dari ikut kompetisi F1, meski produknya menyebar di area motorsport. Mereka tidak lagi mengandalkan iklan di media, melainkan langsung terjun ke arena dengan label Red Bull sebagai sponsor.
Sayangnya beberapa tahun terakhir tim Red Bull terlihat tidak begitu bahagia sebagai tim besar. Tetap saja dengan raihan gelar juara dunia seperti yang didapat Max Verstappen sampai 4 kali, cukup menjadi bukti kedigdayaan tim dan tentunya peran Horner dibalik itu. (AT Crashnet / Photo: Wikipedia)
