Diggia: Saya Hampir Jadi Pembalap Honda


Artikel Terjemahan
 Fabio Di Giantanonio merasa klik dengan tim VR46, meski bukan anggota akademi yang didiriakan Valentino Rossi itu. Bahkan Diggia - panggilan akrabnya - hampir saja jadi pembalap Honda, sebelum akhirnya teken kontrak dan berada di tim satelit Ducati itu. Diggia mengakui banyak yang bisa dipelajarinya dari Rossi, bahkan merasa banyak berhutang karena dibantu oleh juara dunia MotoGP 9 kali itu.

Dalam wawancaranya dengan media Jerman Speedweek, Diggia banyak bercerita tentang rekan setimnnya Alex Marquez sebelum akhirnya berlabuh di VR46. Dalam percakapannya itu, Diggia mengakui Alex punya kelebihan, apalagi adik Marc Marquez itu adalah 2 kali juara dunia Moto2, jadi levelnya sudah bukan rookie lagi. Diggia juga banyak belajar dari Alex Marquez. Sayangnya disaat tampil bagus di Gresini tahun lalu, Diggia cedera bahu sehingga tidak bisa bersaing di kelas menengah itu.

Menurut Diggia, Alex Marquez pembalap yang bagus dan jarang membuat kesalahan. Pembalap asal Italia itu juga termasuk tekun mempelajari data dan analisis motornya, Setelah sesi latihan, Diggia tidak langsung pulang, melainkan duduk bersama mekanik dan insinyur Gresini untuk mempelajari data yang bisa digunakannya untuk balapan. Diggia termasuk pembalap yang rajin bertanya tentang kondisi motor dan bagaimana agar bisa tampil cepat.

Soal pernah dihubungi Honda, Diggia hanya berkomentar, sebuah tawaran pasti akan ada tindak lanjut dengan hitam diatas putih. Waktu itu sekitar hari Sabtu di Malaysia tahun 2023. Saat itu Diggia yakin akan menjadi pembalap Honda. Ternyata keesokan harinya tidak ada apapun yang diterimanya. Justru Luca Marinilah yang akhirnya menjadi pembalap Honda. Menurutnya adik tiri Valentino Rossi itu jadi pilihan bagus buat Honda, meski sekarang Marini harus absen karena cedera. Marini adalah sosok pembalap bagus dan bisa berkembang dengan cepat.

Meski batal jadi pembalap Honda, Diggia malah senang karena bisa menjadi pembalap VR46 dan bisa langsung berkonsultasi dengan Rossi dan belajar banyak dari pemilik tim yang juga legenda MotoGP itu. Diggia juga mengatakan, sebetulnya dia bukanlah anggota akademi bentukan Rossi, dan menjadi satu-satunya pembalap dari luar akademi. Memang pertamanya Diggia merasa kikuk, tapi sekarang justru Diggia merasa senang jadi bagian dari tim VR46. Meski bukan murid akademi milik Rossi, namun Diggia bisa pergi ke ranch atau Mugello dan berlatih bersama murid-murid akademi lainnya seperti biasa, dengan motor Ducati Panigale. (AT Speedweek / Photo: Motorcyclesports)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru