Fabio Di Giantanonio: Berkat Rossi Saya Dapat Podium
Artikel Terjemahan Fabio di Giantanonio girang bukan main waktu balapan di Mugello. Pembalap Italia itu berhasil meraih podium, meski hanya juara 3 karena peringkat 1 dan 2 dilibas kakak beradik Marquez. Diggia - nicknamenya merasa bisa tampil beda dan sangat cepat begitu resmi berseragam VR46. Bahkan Diggia berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia di kandang sendiri, meski kedua pembalap sama-sama dari Italia. Bedanya, Pecco adalah pembalap pabrikan Borgo Panigale, sedangkan Diggia adalah pembalap satelit, meski mendapat dukungan langsung dari Ducati.
Yang bikin spesial buat Diggia, karena saat naik podium 3 di Mugello itu, sang pemilik tim Valentino Rossi nonton langsung, yang artinya sangat khusus buat talenta muda ini. Waktu ditanya bagaimana perasaannya, Diggia langsung menyatakan sangat luar biasa rasanya, bisa menang di kandang sendiri, di hadapan keluarga, kawan-kawan dan kerabat yang datang langsung menyaksikannya.
Diggia juga menyebut peran Rossi seperti memberi energi yang berlimpah. Padahal Rossi cuma nonton penampilan anak-anak buahnya di tim yang dimilikinya. Diggia juga merasa, energi positif dari juara dunia MotoGP 9 kali itu sangat bisa dirasakan olehnya waktu itu. Apalagi Rossi sempat kasih wejangan cara jaga kesehatan supaya tetap prima meski menjalani kompetisi sebesar MotoGP.
Yang membuat Diggia merasa spesial adalah, sebelum Rossi datang, performanya selalu tidak seperti keinginannya. Tapi sekarang waktu di Mugello Diggia berhasil tampil bagus dan meraih podium. Bahkan Diggia merasa waktu balapan di Misano samasekali tidak merasakan tekanan seperti umumnya para pembalap. Pembalap bernomor motor 49 itu mengakui, setiap kali ada Rossi di paddock, segala sesuatunya berjalan lancar.
Selain kedatangan Rossi yang bawa berkah, setup motor juga sangat baik sehingga performanya terasa cepat. Bahkan bisa bertarung dengan pembalap di depan. Motor yang diterima VR46 juga sangat mendukung, karena speknya sama dengan tim resmi. Jadi Ducati punya 6 motor pabrikan, hanya yang 2 berwarna merah karena tim resmi, sedangkan yang warna diluar itu seperti dirinya dan Morbidelli adalah tim satelit namun dengan sokongan penuh pabrikan.
Diggia menjadi salah satu pembalap yang mendapat motor resmi Ducati yaitu GP25 yang sama persis speknya dengan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia dari tim resmi. Sementara Alex Marquez dan Fermin Aldeguer masih GP24 di tim Gresini. Meski ada perbedaan, namun kencangnya Ducati tetap wes hewes hewes mengalahkan para pesaingnya, bahkan pembalap pengguna GP25 dan 24 hampir tidak merasakan perbedaan. Namun menurut Diggia, GP25 adalah motor paling kencang yang pernah dia gunakan. Meski performanya jelek, tetap lebih baik dibanding GP23 yang dipakainya waktu di Gresini. (AT Crashnet / Photo: MotoGP.com)
