Jorge Martin: Saya Akan Tetap Bertahan di Aprilia
Artikel Terjemahan Jorge Martin memastikan tidak akan pindah ke tim lain, dan akan terus berlanjut dengan Aprilia, meski sejak kecelakaan di Qatar Maret lalu, makin deras rumor pembalap asal Spanyol itu akan pindah ke Honda. Dalam wawancara dengan media, Martin menegaskan akan tetap berada di Aprilia meski sekarang isu kepindahan ke Honda makin menjadi. Martin juga menegaskan batal pindah dan akan tetap menghormati kontrak 2 tahun yang dibuatnya pasca jadi juara dunia MotoGP 2024.
Awalnya Martin memang berniat pindah pasca kecelakaan tragis di Qatar Maret lalu, dengan mengaktifkan klausul dia bisa pindah dari pabrikan asal Noale Italia itu akhir musim ini. Namun Kamis 17 Juli kemarin, mantan pembalap Pramac Ducati itu membuat komentar putar balik dengan mengatakan akan tetap menghormati kontrak 2 tahun yang sudah dibuatnya.
Martin mengaku sekarang dia sudah bahagia di Aprilia, dan akan lanjut balapan untuk tahun 2026. Spaniard itu mengaku pasca kecelakaan hebat di Qatar, Martin sempat ragu dengan masa depannya. Begitu opsi pindah dibuat, giliran Aprilia meradang dan menolak opsi itu, karena merasa punya hak sudah mengontrak 2 tahun, dan itu juga penuh perjuangan.
Dari situ Martin merasa harus fight dan menentukan apa yang terbaik untuknya. Awalnya memang Martin tertarik untuk pindah, namun di tengah jalan seolah Martin menemukan kesadaran untuk tetap menghormati pilihan yang sudah dibuat Aprilia, sehingga akhirnya juara dunia MotoGP 2024 itu memutuskan bertahan.
Yang membuatnya makin yakin adalah kemajuan dari rekan setimnya Marco Bezzechi yang tampil luarbiasa dengan meraih kemenangan di Silverstone. Dari situlah Martin menjadi tambah yakin untuk tetap bertahan di Aprilia. Martin berkata, "Saya melihat Bezzechi dan Aprilia melakukan pekerjaan yang fantastis, dan saya bukan orang bodoah untuk tidak melihat kemajuan itu. Jadi dengan tetap bersama-sama, kami punya potensi yang besar untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi."
Pembalap yang pernah ditolong oleh Aleix Espargaro waktu masih awal merintis karir itu menyebutkan, Honda adalah pilihan tim untuk 2026. Hubungan kedua pihak memang sedang naik turun. Jadi dengan memilih bertahan, artinya siap bekerjasama dengan lebih baik. Dalam wawancara ini, Martin terlihat emosional waktu berbicara soal hanya ayah dan pacarnya yang menunggu di rumahsakit pasca kecelakaan di Qatar. Itulah yang sempat membuatnya ragu untuk kembali turun balapan. Meski begitu, pembalap yang sekarang berhak memakai nomor 1 di motornya itu mengaku sudah tidak ada penyesalan lagi, dan akan terus berjuang bersama Aprilia, dan meminta maaf atas perilakunya kemarin, sekaligus berterimakasih karena pekerjaan Marco Bezzechi dan kawan-kawan Aprilia luarbiasa.
Martin juga mengatakan, kalau bisa menang dengan Aprilia, dia berjanji akan berterimakasih kepada CEO Aprilia Massimo Rivola atas kepercayaan yang didapatnya. Masalah kontrak itu muncul menjelang GP Le Mans Perancis atau ronde 6 MotoGP 2025. Saat itu Aprilia menegaskan, kontrak yang sudah dibuat harus dihormati oleh kedua belah pihak yang berakhir pada akhir 2026. Ulah Martin adalah merespon itu ke media sosial, yang berujung munculnya konflik dengan Aprilia. Apalagi manajer Martin, Albert Valera ngotot Martin bebas kontrak untuk balapan tahun depan, jadi suasana sempat makin keruh.
Pada akhirnya CEO Dorna Carmelo Ezpeleta turun tangan dan menegaskana, tidak seorang pembalappun bisa pindah tim, karena sudah ada kontrak sebelumnya. Dengan alasan ini, ditambah performa Aprilia menunjukkan potensi yang bagus, akhirnya Martin pun luluh dan bersedia tetap tinggal.
Setelah 3 bulan pemulihan dari cedera, Martin mengendarai Superbike di Barcelona, dan menyelesaikan tes privat MotoGP di Misano pekan lalu, dan jadi harapan baru Aprilia untuk kembali turun dengan formasi lengkap. Hasil tes ini juga membawa dampak positif dengan rekonsiliasi Aprilia dan Jorge Martin. Pembalap bernomor motor 1 itu akan balapan di Brno Ceko mulai sesi latihan hari ini. (AT Motosan / Photo: Motorsport)
