BMW Tidak Akan 'Nggandholi' Toprak Razgatlioglu
Artikel Terjemahan Bos tim BMW Markus Flasch menyatakan sebetulnya timnya tertarik bergabung dengan MotoGP suatu saat nanti, tapi belum ada keputusan strategis soal itu. Sejak peraturan menurunkan kapasitas mesin menjadi 850cc, Flasch mengaku merasa tertantang. Apalagi sejak Suzuki hengkang dari MotoGP, belum ada lagi pabrikan atau tim satelit yang berminat mengisi slot yang kosong sejak akhir 2022 lalu.
Pada Agustus tahun lalu, Dorna mengumumkan jumlah pembalap di grid tahun 2025 tidak akan melebihi 22 pembalap baik pribadi maupun pabrikan. Sementara BMW juga sudah menegaskan tidak akan tergantung lagi pada Toprak Razgatlioglu dan memintanya kembali ke BMW, karena Toprak sudah jadi milik Yamaha sekarang terkait kontrak 2027.
BMW sendiri banyak dikaitkan dengan MotoGP, dan bos BMW Markus Flasch juga menyebut MotoGP adalah masa depan BMW yang belum sampai ke tahap memutuskan. Begitu regulasi menurunkan kapasitas mesin mengemuka, BMW langsung dikaitkan punya ancang-ancang ke balap motor prototipe itu.
Sampai saat ini, slot kosong yang ditinggalkan Suzuki masih terbuka, meski Toprak sudah pindah ke Pramac Yamaha. Dalam interview dengan media AMCN, Flasch mengaku terbuka untuk proyek MotoGP, dan sekarang ini peluang keikutsertaan tim asal Jerman itu terus menjadi perbincangan di kalangan pengamat dan pemerhati balap. Hanya saja Flasch kembaki menegaskan, butuh keputusan strategis untuk memutuskan jalur teknis yang akan ditempuh. Hasilnya, 2027 bukan tahun yang tepat bagi BMW untuk menyeberang.
Flasch juga menegaskan, WSBK juga bukan langkah yang buruk, dan nuansa Eropanya malah terasa lebih kental daripada MotoGP. Hanya saja butuh waktu beberapa bulan lagi sebelum ada jawaban jadi tidaknya BMW pindah ke MotoGP.
Saat ini ada lima pabrikan di MotoGP yaitu Ducati, Aprilia, KTM, Yamaha, dN Honda. Sementara pengganti Toprak tahun depan sudah diputuskan yaitu pembalap Italia Danilo Petrucci. (AT Crashnet / Photo: World SBK)