Feature: Menelusuri Manfaat Kontrol Stabilitas di MotoGP


 

Artikel Terjemahan Ada fitur baru untuk memperbaiki kestabilan motor MotoGP, dan baru diperkenalkan menjelang seri ke 2 di Austria akhir pekan ini. Kontrol kestabilan itu awal mula diperkenalkan pada Februari lalu di Sepang sebagai update potensial untuk kompetisi dengan menggunakan software yang sudah  diunifikasi untuk balapan. Bahkan waktu di Aragon tahun ini, kontrol kestabilan juga diperkenalkan sebagai tes pasca balapan. Alat ini terus dicoba sampai menjelang balapan di Austria akhir pekan ini.

Alat penstabil motor itu berupa perangkat elektronik yang diproduksi Marelli, yang dikenal sebagai perangkatat safety dalam kompetisi, namun saat konferensi pers Kamis lalu, tiga pembalap yang terdiri dari Marco Bezzechi, Marc Marquez, dan Pedro Acosta kompak mengatakan kalau alat inni akan mengurangi performa, dan akan dialami semua pembalap. Mereka beranggapan tidak perlu mengebiri performa hanya untuk mendapatkan kestabilan saat balapan. Semua masukan ini menurut Direktur Teknologi MotoGP Corrado Cechineli, perangkat ini justru untuk menyetarakan performa pembalap, dan yang bermasalah pun akan mendapat keuntungan berupa motornya lebih stabil saat balapan, dan kesetaraan itulah  yang diinginkan MotoGP, sehingga dikatakan kalau alat itu bukanlah masalah untuk kejuaraan, melainkan untuk menolong pembalap.

Namun Cechinelli kepada televisi Austria yang menayangkan sesi latihan, tidak akan berdebat soal itu. Menurutnya, setiap pembalap berhak menentukan yang terbaik untuk dirinya demi berlangsungnya kompetisi. Baginya soal keselamatan pembalap menjadi prioritas utama baginya, sehingga muncullah ide kebijakan baru ini.

Cechinelli menambahkan, nantinya kontrol traksi akan bereaksi saat pembalap mengalami putaran atau spin, dan berdampak pada kestabilan motor saat balapan. Sistem stabilitas itu dipasang pada roda belakang yang akan bereaksi instan saat motor mengalami spin waktu masuk dan keluar tikungan. Dampaknya memang akan mengurangi torsi dan mengurangi akselerasi ketika keluar tikungan, namun saat pengereman fitur ini tidak aktif sehingga tidak mengacaukan ritme balapan.

Alat ini punya kesamaan fungsi dengan sistem kontrol traksi dengan mengurangi torsi berlebih motor, namun input yang dipakai berbeda. Kontrol traksi baru akan bekerja saat ban belakang banyak mengalami spin dibandingkan ban depan. Sedangkan kontrol kestabilan sedikit berbeda waktu motor masuk dan keluar tikungan, meski secara umum penafsirannya sama saja.

Sistem ini dikembangkan berkaca dari kasus Pecco Bagnaia yang mengalami crash di tikungan ke dua tahun 2023 lalu waktu balapan di Catalunya. Karena itulah insiden seperti ini tidak boleh lagi terjadi. Menurut Cechinelli, sistem ini dikembangkan selama berbulan-bulan dan sekarang ada kesempatan untuk pengujian. Hasilnya akan diputuskan bersama, sehingga ini bukan klaim sepihak demi keselamatan pembalap. (AR Crashnet / Photo: MotoGP)


Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru