Uccio Ungkap Senjata Rahasia Ducati Menang di Hungaria


Artikel Terjemahan Tangan kanan Valentino Rossi yang juga manajer tim VR46 Alessio Salucci atau Uccio, membeberkan rahasia Ducati sampai bisa mendominasi waktu balapan di Hungaria yang merupakan sirkuit baru dengan lebar sirkuit tidak sebesar tempat lain, tapi masih tetap mampu mendominasi balapan. Menurut Uccio, rahasianya ada pada pemendekan sasis supaya lebih mudah berbelok, sehingga sirkuit yang sempit seperti Balaton Park pekan lalu tidak jadi masalah.

Marquez pekan lalu memang tampil sangat dominan, dan menguasai sprint race dan balapan utama di Hungaria. Di sirkuit yang didominasi oleh chicane itu ternyata bukan penghalang untuk Marc Marquez tampil dominan disana. Bahkan waktu balapan minggu lalu, jaraknya dengan pembalap kedua dibelakangnya bisa lebih dari setengah detik lebih cepat dari Pol Espargaro yang menjadi pembalap tester KTM, Alex Marquez yang pekan lalu finish ke-5, dan Franco Morbidelli di peringkat ke-7.,

Dengan pengembangan sasis Ducati untuk semua motornya, baik GP24 maupun yang terbaru GP25 terbukti membawa Ducati menempati peringkat 1, 2, dan 3. Kondisi itu bahkan sudah terjadi sejak balap sprint dan balapan utama. Menurut Uccio, Ducati telah memodifikasi sasisnya untuk bisa balapa di trek pendek macam Balaton pekan lalu. Jadi tidak mengorbankan kemampuan menikung secara keseluruhan.

Uccio membeberkan trik itu kemudian diuji oleh pembalap tester Sylvain Guintoli sebelum akhirnya digunakan dalam balapan dan hasilnya luarbiasa. Orang kepercayaan Valentino Rossi ini berujar, di trek sempit seperti Balaton, aspek stabilitas dalam menikung memang jadi taruhannya. Sementara Ducati agak kerepotan kalau sirkuitnya sempit seperti itu. Karena itu ada perubahan sasis yang dilakukan supaya tetap bisa bertarung rapat di Balaton.

Menurut Uccio, kalau swingarm yang digunakan panjang, memang akan stabil, namun grip roda belakang jadi korban, dan potensi tidak seimbang dengan ban depan jadi taruhan terutama saat melibas chicane. Kemarin hanya Marc Marquez yang tetap balapan dengan swingarm normal bawaan motor. Dengan kemampuan khas Marquez, paduan motor berlengan ayun panjang dan trek sempit ternyata tidak mampu menghentikan dominasinya. Jadi seperti kata banyak pengamat, julukan Baby Alien sangat pantas disematkan pada pembalap asal Cervera Spanyol itu. (AT Speedweek / Photo: Motorsport)




Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru