Memajuan Aprilia Bikin Ducati Mulai Ketar-Ketir


Artikel Terjemahan
 Waktu dikembangkan Aleix Espargaro, motor RSGP dari Aprilia mulai menunjukkan potensi menakuktkan lawan. Sekarang ditangan Marco Bezzechi, motor asal senegara dengan Ducati itu mulai menunjukkan taringnya, dan membuat kompetitor mulai waspada, bahkan termasuk Ducati yang saat ini memegang puncak klasemen sementara dan sangat besar peluangnya jadi juara dunia lagi di tangan Marc Marquez.

Perang kecepatan di MotoGP tahun ini makin terasa, sejak Aprilia mulai mengejar dominasi Ducati. Bahkan di beberapa sirkuit tim asal Noale Italia ini sudah mulai mengancam dominasi pabrikan asal Borgo Panigale itu. Sebagai pabrikan motor kencang terbesar kedua di Italia, tim yang identik dengan warna hitam itu mulai menggerogoti kedigdayaan Ducati, meski sudah punya Marc Marquez dan Pecco Bagnaia sekalipun.

Aprilia tahun ini masuk ke kancah kompetisi MotoGP dengan awal yang agak terseok-seok setelah Jorge Martin absen beberapa seri karena cedera waktu seri ke-3 yang berlangsung di Lusail Qatar. Namun ternyata penunjukkan Marco Bezzechi sebagai tandem untuk tahun ini ternyata justru membawa perubahan besar. Perlahan-lahan Aprilia mulai merangsek maju, dan bahkan di Silverstone Inggris, tim yang dipimpin Massimo Rivola ini mampu jadi juara.

Cedera yang dialami Jorge Martin sampai membuatnya absen cukup lama, disamping masalah yang sempat muncul kalau pembalap asal Spanyol itu ingin pindah tim terkait cederanya yang cukup lama. Akan tetapi dengan munculnya Marco Bezzechi sebagai tandem, justru menyelamatkan pamor Aprilia yang sempat meredup pasca cederanya Martin.

Secara manajemen, Aprilia juga sedang berjuang setelah direktur tim Romano Albesiano pindah ke Honda dan menjadi pucuk pimpinan disana. Disitulah peran Marco Bezzechi perlahan mulai terlihat. Dengan pergantian Albesiano ke Fabiano Sterlacchini, ternyata mampu membawa dampak positif bagi Aprilia. Apalagi dengan mulai moncernya prestasi Bezzechi makin membuat Aprilia menjadi lawan yang harus diwaspadai kompetitor termasuk Ducati yang sudah nyaman sebagai pemuncak klasemen saat ini.

Tim satelit Aprilia Trackhouse juga mulai menunjukkan kemajuan dengan debut yang mengesankan dari Ai Ogura yang membuat nama besar Aprilia mulai diperhitungkan. Mulai dari Silverstone itulah titik baliknya, sehingga sekarang menjadi kompetitor terberat Ducati. Hasil paling mengesanka adalah ketika Marco Bezzechi menjuarai GP Silverstone. Sejak itulah Aprilia mulai diwaspadai sebagai penantang gelar juara utama. Bukan lagi merek-merek Jepang atau KTM dari Austria yang sempat menunjukkan prestasi hebat, tapi kemudian terseok-seok karena krisis keuangan disana.

Di Assen Belanda, Aprilia menunjukkan taringnya dengan meraih podium sekaligus menggusur Honda dan KTM dari klasemen konstruktor. Saat balapan di Jerman, kembali Marco Bezzechi unjuk gigi, dan sampai sekarang Aprilia sukses sebagai penghuni papan atas di klasemen konstruktor. Tantangan saat ini juga muncul dari mulai bangkitnya KTM dan Honda yang mulai unjuk kekuatan.

Dengan begitu, tingkat persaingan dalam musim MotoGP 2025 sangat intens mendekati akhir musim. Ini juga yang mulai membuat Ducati merasa harus meningkatkan performa kalau tidak ingin jadi bulan-bulanan seperti halnya Honda dan Yamaha.

Klasemen sementara tim:

1. Ducati Lenovo Team, 749 points. 

2. BK8 Gresini Racing 471. 

3. Pertamina Enduro VR46 Racing 359. 

4. Red Bull KTM Factory Racing 289. 

5. Aprilia Racing 271. 

6. Monster Energy Yamaha 182. 

7. Red Bull KTM Tech3 Racing 172.

 8. Trackhouse MotoGP Team 153. 

9. Honda HRC Castrol Team 144. 

10. LCR Honda 119. 

11. Prima Pramac Yamaha Racing 85. (AT Motosan / Photo: MotoGP)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru