Herve Poncharal: Terkadang Pembalap Mengira Dialah Supermannya


Artikel Terjemahan
 Bos tim Red Bull Tech3 KTM Herve Poncharal bisa menerima hasil kurang memuaskan yang dialami pasukannya yang turun di MotoGP pekan lalu di Mandalika. KTM memang kurang beruntung dalam dua balapan terakhir. Apes menimpa Maverick Vinales yang gagal mencetak satu angkapun dalam dua balapan terakhirnya. Enea Bastianini tahun ini hanya berhasil membukukan 5 angka saja, dan saat ini berada di peringkat 11 klasemen sementara, dan menjadi penolong dirinya meraih peringkat waktu balapan di Motegi Jepang. Poncharal berkilah kalau mantan pembalap Ducati itu masih beradaptasi dengan motor  baru RC16. Herannya Pedro Acosta bisa meraih hasil yang jauh lebih bagus.

Tentang ini, Poncharal berkata kalau timnya tiba di Jepang dengan perasaan positif setelah Pedro Acosta mampu meraih pole position tahun lalu di tempat yang sama. Jadinya KTM tiba di Jepang dan Indonesia dengan optimisme. Apalagi tahun 2024 lalu KTM meraih sukses. Lalu terjadilah malapetaka itu. Acosta sedang memimpin sprint race dan ada di posisi 2 dibelakang Pecco Bagnia ketika itu.

Yang jelas, Jepang dan Indonesia adalah dua pekan yang bakal teringat dengan hasil yang berbalik membuat KTM harus berjuang lebih keras. Waktu di Jepang sebelumnya, KTM melihat Vinales seperti mengalami kesulita beradaptasi dengan motor. Mika Kalio yang juga tester tim menyebut Vinales tidak bisa membalap seperti biasanya dengan RC16. Apalagi Vinales masih baru sembuh dari cedera di bahu kanannya karena tidak siap dengan pengereman yang keras dan tiba-tiba saat balapan di Motegi.

Seminggu kemudian waktu di Mandalika, rasa sakit akibat cedera ternyata masih menghantui Vinales, sehingga pembalap Spanyol itu frustrasi dan kehilangan kepercayaan dirinya. Karena itu KTM memutuskan tidak menurunkan Vinales dalam balapan berikutnya di Philip Island Australia dan Sepang Malaysia. Sebagai pengganti, KTM menunjuk Pol Espargaro untuk turun, namun masih menunggu pengumuman resmi dari tim.

Dari kondisi itu, Poncharal melihat sepertinya mantan pembalap Yamaha itu masih terimbas cederanya yang belum pulih 100 persen, dan butuh waktu lebih lama lagi untuk penyembuhan. Menurutnya, biasanya orang norma baru bisa beraktivitas lagi dengan baik pasca cedera di bahunya dalam waktu 6 bulan. Para pembalap sering merasa dirinya adalah Superman yang bisa pulih dari cedera secepat kilat. Apalagi ini cedera ligamen yang jelas butuh waktu lebih panjang untuk pemulihan.

Sebelum kecelakaan di Sachsenring belum lama ini, Vinales biasanya jadi pembalap KTM terbaik dan tidak pernah kehilangan perasaan positifnya. Karena itu tim dokter KTM sepakat Vinales harus istirahat dulu dari balapan, dan itu adalah keputusan terbaik.

Berbeda dengan Enea Bastianini. Mantan pembalap Ducati itu mengalami musim kompetisi yang naik turun. Padahal Bestia mampu menampilkan kecepatan yang memukau di Brno dengan podium 3 di balap Sprint dan balapan utama. Bastianini juga tampil cepat di Hungaria dengan meraih posisi 4 sebelum akhirnya bertabrakan dengan Fabio Quartararo waktu balapan. Hasil baik juga dibukukan Bestia dengan naik podium di Catalunya. Menurut Poncharal, faktor berpisahnya Bestia dan kepala kru Albero Giribuola juga menjadi salah satu faktor melempemnya performa pembalap Italia itu belakangan ini. Bestia dan Giribuola memang sudah menjadi seperti satu tim sendiri, dan mereka saling percaya. Karena itu begitu KTM karena faktor kontrak memisahkan Besti dan kepala krunya, Bestia terpengaruh, namun Poncharal masih bisa mengerti meski tetap pada keputusan KTM. (AT Crashnet : Photo: MotoGP)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru