KTM: Penurunan Kapasitas Mesin Mengurangi Lebih Daripada Sekedar Tenga
Artikel Terjemahan Tahun 2027 akan menjadi masa revolusioner bagi semua tim MotoGP yang berlaga, karena saat itulah terjadi perubahan regulasi, khususnya menyangkut kapasitas atau cc mesin dari 1000cc ke 850cc. Menanggapi bakal diturunkannya kapasitas mesin itu, Direktur Teknik KTM Sebastian Risse mengatakan, sejumlah pabrikan akan melakukan pendekatan dengan lebih berhati-hati dan mencoba mencari solusi dengan inovasi, sementara lainnya dengan pendekatan konservatif. Selain melarang teknologi pengatur ketinggian suspensi (height adjustable suspension) dan membatasi perangkat aerodinamis, mesin-mesin yang berlaga dalam balapan mesti ditenagai 100 persen bahan bakar non fosil.
Karena itu KTM langsung gerak cepat. Pada 3 Oktober lalu pabrikan asal Mattighoven Austria itu memperkenalkan mesin RC16 terbaru untuk keperluan ini. Menurut Risse, dengan konsep pendekatan yang berbeda-beda dari tiap tim, akan muncul apa yang jadi pemecahan terbaik untuk menghadapi regulasi baru ini. Yang penting tidak tergesa-gesa langsung menggelontorkan berbagai ide untuk mengakali regulasi yang berubah, termasuk pemasok ban yang berganti dari Michelin ke Pirelli.
Risse mengakui memang pasti ada pernurunan tenaga 15 persen karena dampak penyusutan kapasitas mesin. Yang penting penurunan tenaga ini juga harus diimbangi dengan desain motor yang lebih detail untuk menemukan kompromi yang tepat. Risse juga menyoroti penggunaan 100 persen bahan bakar non fosil juga ikut andil mempengaruhi tenaga mesin akibat penyusutan kapasitas. Karena itu satu-satunya faktor yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut adalah sektor aerodinamika yang juga berhadapan dengan aturan baru yang membatasi perangkat aerodinamika motor.
Risse mengakui, di satu sisi akselerasi motor pasti berkurang karena tenaga mesin yang makin terbatas, namun masih ada ruang untuk para insinyur mengembangkan sektor aerodinamika yang sesuai untuk menjembatani pengurangan kapasitas mesin yang berujung pada penurunan tenaga motor. Bagaimanapun tujuannya adalah lebih bisa mengurangi pemakaian bahan bakar. Karena itulah para insinyur di MotoGP sekarang sedang putar otak bagaimana caranya supaya tetap bisa ngebut dengan efisien. (AT Speedweek / Photo: MotoGP)
