Puig: Sudah Sulit Buat Honda Dapetin Pembalap Sehebat Marc Marquez
Artikel Terjemahan Manajer tim Honda Alberto Puig tetap merasa puas di Sepang kemarin, meski Joan Mir tidak bawa poin karena crash waktu balap sprint. Setidaknya itu menjadi penanda kalau Honda sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Artinya, dalam dua balapan terakhir dua bulan terakhir ini, harapan untuk menang lagi terbuka lebar, dan dirinya optimis untuk para pembalap Honda bisa meraih hasil yang baik.
Puig juga memuji bakat-bakat pembalap Spanyol yang seakan tidak ada matinya. Di negeri matador itu, memang ada tradisi membina bibit-bibit pembalap muda selama bertahun-tahun untuk jadi pemenang dalam kompetisi apapun. Sementara untuk peralihan regulasi yang mulai berlaku tahun 2027, Puig menilai pasar pembalap akan variatif, karena ada pembaruan seperti pemasok ban, dan peraturan baru lainnya.
Khusus pembalap asal Spanyol, Puig memperkirakan akan ada semacam "ketidakpastian" diantara pembalap, karena sekarang pembalap juga sudah mengetahui apa yang mereka inginkan dan mereka bebas memilih. Marc Marquez contohnya, ketika pindah dari Honda ke Ducati, juara dunia 2025 ini paham betul kalau batu loncatannya ada di Gresini. Karena itu sekarang untuk tim pabrikan yang punya sejarah panjang macam Honda dan Yamaha, sekarang ini tidak mungkin pilih-pilih pembalap seperti dulu, karena kondisi sekarang tidak menjadi jaminan tim pabrikan sekalipun akan mendapatkan pembalap yang bagus.
Meski sekarang Aprilia sudah berubah jadi ancaman perebutan gelar, Ducati tetap jadi tim acuan untuk dilawan, karena Ducati sering menang balapan, dan mereka seperti tak tersentuh kekalahan sedikitpun. Sementara bagi Honda, situasinya sekarang berbalik, Honda jadi penantang gelar, meski sekarang masuk tim konsesi karena performanya yang sedang dibawah. Akan tetapi dasar kekuatan tim sudah dipatok, dan Honda siap kembli bertempur untuk perebutan juara dunia tidak lama lagi. (AT Motosan / Photo: MotoGP)
