Toprak: Pembalap MotoGP Bakal Kesulitan di WSBK Tanpa Kehadiran Ducati


Artikel Terjemahan
 Pembalap Superbike Toprak Razgatlioglu saat ini sedang di ambang penghujung akhir bersama BMW dalam kompetisi World Superbike, karena tahun depan Toprak akan pindah kelas ke MotoGP bersama Pramac Yamaha. Jadi ini adalah balapan terakhir pembalap asal Turki itu di kompetisi motor harian. 

Toprak berharap di balapan terakhirnya bersama BMW ini bisa menghadirkan performa kuat, meski Nicolo Bulega yang jadi rival terberatnya pasti akan mengupayakan segala cara untuk juga memenangkan balapan, sekaligus merebut poin yang lebih tinggi untuk membuka peluang juara dunia 2025.

Meski dijagokan menang dan meraih juara dunia lagi, Toprak tetap low profile dan mengatakan, Bulega juga pasti akan habis-habisan di Estoril, dan lawannya dari Ducati itu tahun lalu memenangkan balapan Superpole. Jadi bisa dibilang ini akan jadi akhir pekan yang menantang. Namun Toprak menegaskan tahun ini dia punya harapan dan keyakinan untuk meraih triple victory yang tidak diraihnya tahun lalu. Sekarang tinggal tunggu dan lihat saja perkembangan yang ada.

Biarpun tahun depan sudah tidak lagi berada di Superbike, Toprak tetap fokus pada balapan tahun ini, dan tidak ingin kehilangan fokus perhatiannya satu detikpun, apalagi setelah ini masih ada balapan penutup di Jerez. Tentang Miguel Oliveira yang bakal menggantikannya tahun depan, Toprak hanya berujar singkat, itu adalah keputusan BMW dan jelas jadi tantangan untuk Oliveira, dan juga Danilo Petrucci yang tahun depan jadi rekan setimnya.

Waktu ditanya tentang profil pembalap MotoGP, Toprak berkata kalau Marc Marquez adalah juara yang hebat baik didalam maupun di luar trek. Toprak juga menantikan bisa berduel dengan Fermin Aldeguer yang sama-sama pegang nomor start 54. Dulu Toprak sebelum pakai nomor 1 di motornya, pembalap asal Turki itu juga memakai nomor 54. Karena itu untuk pemilihan nomor start tahun depan, Toprak akan lihat-lihat dulu sekaligus cari ide nomor motor berapa yang kelak akan cocok dipakainya di MotoGP. Toprak juga mengaku sudah punya ide akan pakai nomor berapa yang baru diumumkan kalau sudah resmi pindah kelas.

Waktu ditanya tentang insiden yang terjadi antara Marco Bezzechi dan Marc Marquez di Mandalika, Toprak hanya berkomentar kalau itu adalah insiden balap, dan Toprak mengapresiasi langkah Marquez berjiwa besar waktu Bez datang meminta maaf.

Tantangan besar menunggunya di MotoGP, dan Toprak sudah ancang-ancang pasang target untuk bisa finish di 10 besar untuk bisa tampil kompetitif sepanjang musim. Karena itu tahun depan adalah waktunya belajar karena akan pindah kelas yang pastinya butuh adaptasi dari Superbike ke MotoGP. Toprak bertekad bisa meraih poin supaya kelak pembalap lain dan fans tidak meremehkan Superbike karena lulusannya bisa juga berprestasi, tidak seperti anggapan banyak orang yang kalau bisa menang di MotoGP, belum tentu bisa menang di Superbike begitu juga sebaliknya. Disaat yang sama, Toprak juga berkomentar kalau tanpa kehadiran Ducati di MotoGP, para pembalap sekarang juga pasti kesulitan berjuang di kompetisi. (AT Crashnet / Photo: BMW Group Press Club)

Popular posts from this blog

Rivola: Kami Pasti Kalahkan Marquez Tahun Depan

Ezpeleta: MotoGP Juga Bisa Pakai Sirkuitnya F1

Honda Rebel 2026 Dengan Warna dan Styling Baru