Honda MotoGP Bakal Naik Kelas Lagi
Artikel Terjemahan Sejak 2 tahun lalu, MotoGP memberikan hak konsesi atau pengembangan dan fasilitas lebih baik untuk tim-tim yang performanya buruk, tidak mampu bersaing dengan tim sekelas yang lain, karena minimnya sarana ujicoba dan upgrade komponen untuk bisa bersaing dengan lawan. Honda dan Yamaha juga termasuk penerima konsesi karena performanya yang jauh dibawah tim lain. Khusus tim Honda, saat ini mereka terancam kehilangan konsesi, bukan karena mereka buruk, tapi justru karena performa mereka sudah membaik dan mampu bersaing dengan lawan di kompetisi.
Dengan performa yang membaik tahun ini, maka tahun depan Honda sudah dinyatakan naik kelas dengan resiko bakal kehilangan status tim konsesi yang dimiikinya. Artinya Honda sudah kembali bisa bersaing dengan Ducati, Aprilia, dan KTM yang sekarang punya performa diatas tim-tim konsesi.
Di satu sisi, mereka jadi kehilangan kesempatan untuk tes komponen lebih banyak, untuk pengembangan yang bisa membuat motor lebih baik dan mampu mendekati performa tim non konsesi. Inilah yang akhirnya membuat HRC seperti ada di persimpangan jalan. Honda menghitung tahun depan level mereka akan masuk kategori C, yang bisa bersaing dengan Aprilia dan KTM.
Resikonya adalah, Honda harus menyegel mesinnya untuk tahun depan dan membatasi tes, namun tidak membatasi pembalap wildcard yang akan ikut balapan. Kondisi ini terjadi setelah motor RC213V menunjukkan tanda-tanda penguatan secara teknis, dan keberhasila Joan Mir meraih podium saat di Mandalika, dan kemenangan Johann Zarco di Perancis. Itu menunjukkan pengembangan Honda saat konsesi sudah berada di jalur yang benar.
Dengan 2 balapan tersisa, jadi dilema buat Honda untuk tetap bertahan sebagai tim konsesi, padahal justru itu melanggar aturan karena secara kelaykan Honda sudah dianggap mampu bersaing dengan lawan seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Selama ini sebagai penerima konsesi, Honda diuntungkan dengan jumlah tes yang tidak terbatas untuk bisa mendekati performa tim non konsesi, namun sepertinya agak sulit kalau akhirnya status konsesi ditiadakan karena performa yang sudah makin baik. Inilah yang membuat Honda merasa di persimpangan jalan, karena terancam kehilangan hak konsesinya setelah berhasil menunjukkan performa yang membaik.
Sebetulnya cara untuk mengakali status konsesi ini cukup mudah, dengan finish di peringkat 8 di Valencia mendatang, namun jelas itu akan bertentangan dengan filosofi Honda yang ingin jadi pemenang dan kembali jadi pabrikan utama di MotoGP. (AT Motosan / Photo: Black Experience)
