Tardozzi: Bulega Memang Cuma Finish ke-15 Tapi Performanya Bagus
Artikel Terjemahan Manajer Ducati Davide Tardozzi menegaskan, finish ke-15 yang ditunjukkan Nicolo Bulega saat tampil sebagai pengganti Marc Marquez yang cedera, menunjukkan kemampuan pembalap Italia itu untuk menangani situasi yang berbeda antara WSBK termpatnya bernaung sekarang, dan MotoGP yang relatif berbeda. Menurutnya, Bulega hanya sangat berhati-hati supaya tidak sampai membuat kesalahan yang berujung pada performanya yang tidak sengotot kalau sedang balapan di WSBK. Karena itu Tardozzi bisa memaklumi peran Bulega yang hanya sebagai pengganti Marquez di Portimao. Namun pada intinya, performa Ducati tetap hebat di Portimao.
Menurutnya, dua balapan terakhir tahun ini sangat fundamental buat Ducati, dan adaptasi Bulega dengan turun di Portimao menggantikan Marc Marquez cukup bagus dan mempu beradaptasi dengan baik meski spek motornya jauh berbeda antara Ducati MotoGP dan Ducati WSBK.
Tardozzi juga meyakini peran Bulega sekarang sangat penting untuk pengem bangan motor Ducati di MotoGP dengan performanya yang mengagumkan. Kemampuannya beradaptasi dengan GP25 sangat baik, dan itu dibuktikannya dengan berhasil masuk 15 besar balapan di Portimao akhir pekan lalu. Karena itu Tardozzi juga mengharapkan performa ini bisa kembali ditunjukkan Bulega saat tes ban baru dari Pirelli sebagai pemasok untuk tahun 2027 mendatang, karena Bulega sekarang berpengalaman dengan ban itu terkait penggunaannya sekarang di WSBK.
Sementara soal Francesco Bagnaia yang tertatih-tatih bahkan crash di Portugal akhir pekan kemarin, Tardozzi meyakini Bagnaia belum kehilangan kecepatannya. Pembalap asal Turin Italia itu menurutnya hanya sedang menurun rasa percaya dirinya. Tardozzi berfilosofi kalau seorang pembalap merasa tidak nyaman dengan motornya, dia tidak akan bisa balapan dengan perasaan bebas yang bagus. Karena itu saat ini tim Ducati sedang berusaha keras mengembalikan performa puncak Pecco supaya bisa kembali seperti sebelumnya.
Tardozzi meyakini Pecco masih hebat, karena terbukti waktu di Motegi lalu, pembalap yang sekarang menggunakan nomor motor lamanya 63 itu berhasil menjuarai balapan. Itu bukti kalau performanya masih ada, tinggal memperbaiki kelemahan yang terjadi. Baginya, yang penting Pecco bisa pede dengan motornya, supaya prestasi bagus seperti yang ditunjukkannya di Motegi bisa terulang kembali. (AT Motosan / Photo: MotoGP)
